Home / Warta / Mancanegara / China bantah menahan satu juta warga minoritas Muslim Uighur
Foto: Cina menyebut bahwa yang mereka lakukan di Xinjiang adalah memerangi separatisme dan ekstremisme kaum militan Islamis. (bbc)

China bantah menahan satu juta warga minoritas Muslim Uighur

Waspada.co.id – Pemerintah China menyebut bahwa laporan tentang penahanan masal satu juta Muslim Uighur di Xinjiang “sepenuhnya tidak benar,” namun mengakui telah mengirim sejumlah orang ke “pusat-pusat reedukasi”.

Warga Uighur menikmati hak-hak yang setara , kata pemerintah China, namun “mereka yang tertipu oleh ekstremisme agama … harus dibantu dengan permukiman kembali dan pendidikan kembali”, sebagaimana dikatakan seorang pejabat.

Pengakuan Beijing yang langka itu disampaikan dalam sebuah pertemuan PBB di Jenewa untuk menanggapi kecemasan yang diungkap di sana bahwa kawasan Xinjian “telah menyerupai kamp tahanan besar-besaran”.

Sejak beberapa tahun terakhir, di Xinjiang kerap meletus kekerasan yang ditumpas dengan tindakan keras peremerintah.

China menuduh kaum militan Islam dan kalangan separatis sebagai pihak yang berada di balik berbagai kekerasan itu.

Apa yang diakui China?
China mengirim delegasi beranggotakan 50 orang ke pertemuan Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial PBB yang berlangsung dua hari. Pada hari Jumat pekan lalu, anggota komite Gay McDougall mengatakan dia prihatin dengan laporan bahwa Beijing telah “mengubah wilayah otonomi Uighur menjadi sesuatu yang menyerupai kamp tahanan besar-besaran”.

Dalam tanggapannya, pejabat Komite Sentral Partai Komunis China, Hu Lianhe, mengatakan, “Warga Xinjiang, termasuk orang Uighur, menikmati kebebasan dan hak yang setara.”

“Anggapan bahwa satu juta orang Uighur ditahan, sepenuhnya tidak benar,” tambahnya. Namun kemudian ia mengakui adanya program permukiman kembali dan pendidikan kembali atau reedukasi.

Para wartawan mengatakan merupakan hal tak biasa bagi China untuk memberikan penjelasan kepada publik tentang sesuatu terkait situasi di Xinjiang.

Baca: PBB Klaim 1 Juta Minoritas Etnis Muslim Uighur Ditahan di Kamp-Kamp Politik China

Sementara itu, koran pemerintah yang berbahasa Inggris, Global Times, berkilah pemerintah sekadar berusaha untuk mencegah agar Xinjiang tidak berubah menjadi “Suriah China” atau “Libya China”.

“Ternyata (yang terjadi dengan) situasi keamanan Xinjiang telah (membuat kawasan itu) terhindar dari tragedi besar dan menyelamatkan jiwa banyak orang,” tulis dalam editorial mereka. Namun, anggota Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial PBB, Gay McDougall masih memintah penjelasan lebih lanjut. (wol, bbc/data1)

Check Also

Harga Minyak Anjlok Terseret Perang Dagang AS-China

HONG KONG, Waspada.co.id – Harga minyak anjlok pada Selasa (18/9) karena eskalasi dagang antara China ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: