Newsticker
WOL / Warta / Politik / Catat! Ini Tiga Hal yang Harus Diperhatikan DPR saat Rampungkan RUU Pemilu
Diskusi tentang revisi UU Pemilu yg digelarPopuli Centre (Foto: Putera Negara/Okezone)
Diskusi tentang revisi UU Pemilu yg digelarPopuli Centre (Foto: Putera Negara/Okezone)

Catat! Ini Tiga Hal yang Harus Diperhatikan DPR saat Rampungkan RUU Pemilu

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengetuk palu bahwa Pemilihan Umum (pemilu) 2019 mendatang akan digelar secara serentak untuk pemilihan presiden dan legislatif. Tetapi, Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu sampai saat ini masih dibahas di DPR dan terus melahirkan polemik dan perdebatan.

Melihat hal itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengingatkan komitmen dari pemerintah dan DPR dalam membahas hal tersebut. Setidaknya, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam merampungkan RUU Pemilu.

Pertama, harus segera memutuskan pengaturan bersifat subtansi yang berkaitan konsekuensi logis daripada gelaran pemilu serentak tersebut. Titi mengutarakan harus diperhatikan seluruh dampak dan konsekuensi yang akan terjadi.

“Paling nyata itu manajemen penyelenggaraan pemilu. Mulai penghitungan suara, rekapitulasi, dan waktu kampanye yang diatur dalam Undang-Undang,” ujar Titi pada acara Populi Center dan Smart FM Network di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Kedua, terkait dengan relevansi penerapan presidential treshold, yang menentukan apakah seluruh partai bisa mengusung calon presiden dan wakil presiden.

Dengan adanya pemilu serentak, Titi berpandangan ambang batas suara sudah tidak tepat lagi, sehingga seluruh partai politik seharusnya bisa mengusulkan calon pemimpinnya.

“Kami berpandangan dari pemilu serentak tidak relevannya lagi presidential treshold. Atau yang kita sebut syarat mengusung presiden dengan ketentuan harus memiliki sejumlah kursi,” papar Titi.

Dan yang terakhir, Perludem menilai aturan penegakan hukum harus menjadi hal yang dikuatkan. Pasalnya, setiap penyelenggaraan pesta demokrasi di Indonesia itu merupakan menjadi satu masalah yang tak kunjung selesai.

Dengan demikian, Titi berharap pemerintah dan DPR bisa menyelesaikan masalah yang merugikan masyarakat Indonesia. “Ketiga, aturan penegakan hukum karena kita punya problem besar dalam penegakan hukum, terutama politik uang,” tutup Titi.

Baca Juga

foto: nydaily

Surat Wasiat Chester Bennington Bikin Merinding

LOS ANGELES, WOL – Chester Bennington telah meninggal dunia setelah tewas gantung diri di kamarnya ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.