_
Home / Warta / Politik / Capim KPK Johanis Tanak Dicecar Soal Intervensi Jaksa Agung
Salah satu Capim KPK saat tes kelayakan di DPR (foto: Okezone.com/Arie)

Capim KPK Johanis Tanak Dicecar Soal Intervensi Jaksa Agung

agregasi

 

JAKARTA – Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Jaksa, Johanis Tanak menjadi kandidat kedua yang diuji kelayakan dan kepatutannya oleh Komisi III DPR RI, pada hari ini. Tanak sempat dicecar oleh anggota Komisi III DPR fraksi NasDem, Zulfan Lindan soal pernyataannya yang disebut pernah diintervensi Jaksa Agung.

Dalam kesempatan itu, Tanak membantah pernah memberikan pernyataan diintervensi oleh Jaksa Agung terkait sebuah perkara yang sedang ditanganinya.‎ Pernyataan yang diduga mengandung unsur intervensi itu diketahui dimuat di beberapa media saat Tanak diwawancara oleh Pansel, beberapa waktu lalu.

“Sesungguhnya apa yang terjadi di pansel KPK ketika saya diwawancarai pak, seingat saya, dan saya sempat melihat, mendengar video yang ada di YouTube kalau nggak salah, tidak ada satu kata pun bahwa saya itu diintervensi oleh Pak Jaksa Agung, tidak ada satu kata pun,” ungkap Tanak di ruang rapat Komisi III DPR, Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut Tanak, adanya penyebutan atau unsur intervensi itu, diketahuinya dimuat di sebuah media online‎. Media online tersebut, kata Tanak, merupakan milik seorang Jaksa yang diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi.

Zulfan menganggap keterangan Tanak tidak konsisten. Sebab, tegas Zulfan, sebutan adanya intervensi tersebut bukan hanya di satu media online ‎saja. Zulfan membaca ada banyak media online yang menyebut ada Tanak diintervensi Jaksa Agung.

“Kata data dan media-media online utama yang banyak memuat ucapan Pak Johanis, ‘bahwa saya memang diintervensi oleh Jaksa Agung. Bahwa saya…Apakah Anda tidak kenal siapa yang Anda periksa?’ Itu bapak ceritakan semua ke media,” ujar Zulfan.

Zulfan meminta Tanak agar memberikan jawaban yang konsisten. Dia mengingatkan bahwa capim yang tidak konsisten dalam menjawab berpotensi tidak layak dipilih.

“Jadi yang saya minta konsistensi, jangan ngomong di sana lain di sini lain. Ini yang membuat kita kadang-kadang memilih capim KPK jangan yang model begini Pak,” tegasnya.

Check Also

Umumkan Pengunduran Diri, Imam Nahrawi Minta Maaf ke Jokowi-JK

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.