Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Boediono Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Terkait Pemberian FPJP Century
foto: okezone

Boediono Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Terkait Pemberian FPJP Century

JAKARTA – Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono rampung diperiksa tim penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait babak baru kasus dugaan skandal megakorupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) terhadap Bank Century.

Bekas Gubernur Bank Indonesia (BI) di era Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono‎ (SBY) itu selesai diminta keterangannya sekira empat jam. Boediono lebih memilih irit bicara saat berhadapan dengan awak media.

“Saya tidak akan sampaikan statement, karena saya percaya bahwa nanti KPK yang berikan. Terima kasih,” singkat Boediono di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018).

‎Boediono dengan santai mengabaikan sejumlah pertanyaan jurnalis yang setia menantinya sejak pagi tadi. Dengan dikawal ajudan, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ke-11 itu bergegas memasuki mobil yang terparkir di lobi markas lembaga antirasuah.

‎Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah berujar bahwa ‎permintaan keterangan dari Boediono untuk mendalami fakta-fakta yang muncul di persidangan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya. Salah satu fakta yang muncul adanya penyebutan sejumlah nama di persidangan itu.

“Tentu masih terkait dengan fakta-fakta yang muncul di sidang atau hal lain yang diperlukan dengan relevan. Terkait persidangan dengan terdakwa Budi Mulya,” kata Febri.

Febri belum dapat menjelaskan lebih detail materi yang akan ditanyakan tim penyelidik kepada Boediono. Sebab, kata Febri, perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. “Saya tidak bisa sampaikan lebih jauh karena prosesnya masih penyelidikan,” singkatnya.

KPK sendiri memang sedang membuka penyelidikan baru terkait perkara dugaan korupsi ‎pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century. Penyelidikan baru dimulai dengan merujuk pada putusan Budi Mulya.

Sebagaimana dalam putusan Budi Mulya di tingkat kasasi den‎gan nomor perkara 861 K/Pid.Sus/2015, terdapat sepuluh orang yang disebut secara bersama-sama dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya melakukan tindak pidana korupsi.

10 orang tersebut yakni, Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia; Miranda Swary Goeltom selaku Deputi Senior Bank Indonesia; Siti Chalimah Fadjrijah selaku Deputi Gubernur 6 Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah; Almarhum Budi Rochadi selaku Deputi‎ Bidang 7 Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan.

Kemudian, Robert Tantular; Hermanus Hasan Muslim; Muliaman Dharmansyah Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang 5 Kebijakan Perbankan/Stabilitas Sistem Keuangan; Hartadi Agus Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang 3 Kebijakan Moneter, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur Bidang 8 Logitik, Keuangan, dan Penyelesaian Aset, serta Raden Pardede selaku KKSK.

Dalam perkara ini, Budi Mulya divonis sepuluh tahun penjara di tingkat pertama atau Pengadilan Tipikor. Jaksa melakukan upaya hukum lanjutan, yang kemudian hukuman terhadap Budi Mulya diperberat menjadi 15 tahun penjara. Selain Boediono, KPK juga sudah mengantongi keterangan dari Mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom dan Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso‎.

Check Also

KPK Sudah Pegang Data Korupsi Century

JAKARTA, WOL – Pansus Angket Century di DPR sudah menyerahkan seluruh hasil temuan mereka terkait ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: