Home / Warta / Indonesia Hari Ini / BNPB Beberkan Penyebab Pulau Jawa Rentan Terkena Bencana
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Okezone)
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Okezone)

BNPB Beberkan Penyebab Pulau Jawa Rentan Terkena Bencana

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho membeberkan penyebab Pulau Jawa rentan dilanda bencana alam. Menurutnya, hal itu terjadi karena kepadatan penduduk di Pulau Jawa ‎sudah melebihi normalnya kapasitas daerah yang dapat ditempati.

Berdasarkan catatan dari BNPB, setengah lebih masyarakat Indonesia hanya terpusat dan cenderung memadati satu pulau yang notabennya lahannya lebih kecil dari normalnya pulau yang dapat dihuni. Pulau tersebut yakni Pulau Jawa.

“Dari 261 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 59 persen tinggal di (Pulau) Jawa,” kata Sutopo saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (3/1/2018).

Oleh sebab itu, tak heran jika Pulau Jawa menjadi daerah yang rentan terjadi bencana alam. Terlebih lagi, kata Sutopo, hampir sebagian masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa bermukim di daerah yang cukup berbahaya atau rentan terkena dilanda bencana alam.

“Mereka tinggal di daerah rawan bencana. Sementara kerentanan (bencana) tinggi dan kapasitasnya masih rendah,” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis BNPB, Pulau Jawa dan Aceh merupakan daerah yang paling tinggi tingkat bencana alamnya sepanjang tahun 2017. Tak hanya itu, ratusan jiwa meninggal dunia dan ribuan tempat tinggal hancur serta rusak parah akibat bencana alam.

Adapun, sebaran bencana alam yang paling banyak terjadi meliputi daerah Jawa Tengah dengan tingkat kejadian paling tinggi yakni mencapai angka 600 bencana. Disusul Jawa Timur 419 kali dan Jawa Barat 316 kali. Aceh 89 kejadian dan Kalimantan Selatan 57 kali.

‎Kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam sepanjang 2017 mencapai puluhan triliun rupiah. Namun, kepastian total kerugian negara akibat bencana alam di 2017 masih dalam perhitungan.

Kerugian ekonomi paling besar akibat bencana selama 2017 adalah dampak dari peningkatan aktivitas vulkanis dan erupsi Gunung Agung di Bali. Penetapan status Awas pada September 2017 yang kemudian terjadi erupsi Gunung Agung pada 26-30 November 2017 telah menyebabkan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp11 triliun.

Check Also

WOL Photo

Kembali Erupsi, BNPB: Status Sinabung Awas

  JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.