Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Bisnis Klaster Kebun Kopi Rakyat Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani
Penyerahan piagam penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung kepada PT Nestlé Indonesia dalam rangka pengembangan kopi yang berkelanjutan, pada acara perayaan Hari Kopi Internasional di Tanggamus, Lampung, Sabtu (30/9). (foto: Ist)

Bisnis Klaster Kebun Kopi Rakyat Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani

TANGGAMUS, WOL – Sebagai rangkaian perayaan Hari Kopi Internasional, Nestlé Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan skema bisnis klaster.

Melalui skema ini, para petani akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara komprehensif mulai dari peremajaan kebun dalam bentuk pemberian bibit kopi kepada para petani, akses teknologi budi daya, pemberian sarana paska panen, serta akses ke pasar dan perbankan.

Bagi Nestlé, pasokan bahan baku dari para petani kopi di Lampung memiliki peran yang penting bagi keberlanjutan bisnisnya, khususnya dalam menghadirkan produk-produk kopi berkualitas.

“Nestlé berkomitmen mendukung para petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi mereka, yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan produktivitas dan kualitas yang tinggi, maka kesempatan para petani kopi untuk dapat ikut bersaing di pasar kopi nasional dan global juga akan semakin terbuka lebar,” kata Direktur Legal and Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia Debora Tjandrakusuma.

 (tengah) Willem Petrus Riwu - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Debora Tjandrakusuma - Direktur Legal & Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia dan Ir. H. Muhammad Anas, M.Si - Direktur Perbenihan dan Perkebunan Kementerian Pertanian RI bersama para petani binaan PT Nestlé Indonesia dalam sesi sekolah lapang di Kebun Percontohan Tanaman Kopi PT Nestlé Indonesia, Sabtu hari ini (30/9). (foto: Ist)
(tengah) Willem Petrus Riwu – Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Debora Tjandrakusuma – Direktur Legal & Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia dan Ir. H. Muhammad Anas, M.Si – Direktur Perbenihan dan Perkebunan Kementerian Pertanian RI bersama para petani binaan PT Nestlé Indonesia dalam sesi sekolah lapang di Kebun Percontohan Tanaman Kopi PT Nestlé Indonesia, Sabtu hari ini (30/9). (foto: Ist)

Terkait potensi yang dimiliki oleh industri kopi Indonesia, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian Willem Petrus Riwu mengatakan, sebagai negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia memproduksi rata-rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau sekitar 8% dari produksi kopi dunia.

“Kami optimis bahwa pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia juga akan meningkatkan industri pengolahan kopi di dalam negeri secara signifikan,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Debora Tjandrakusuma memaparkan bagaimana PT Nestlé Indonesia telah membangun kemitraan strategis dengan para petani kopi di Tanggamus dan Lampung Barat sejak 1994.

Kemitraan ini telah menjangkau sekitar 20.000 petani di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat, dan seluruh petani tersebut kini telah memperoleh validasi 4C (Common Code for the Coffee Community), sebuah standar yang disusun oleh 4C Association yang mencakup berbagai aspek dalam pertanian kopi yang berkelanjutan.

Check Also

Siswa Harus Juara di Dalam dan Luar Kelas

MEDAN, WOL – Antusiasme ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) turut menyambut pembukaan MILO Football Championship ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: