Home / Warta / Indonesia Hari Ini / BIN Tak Punya Dendam Politik Dengan Habib Rizieq
Ilustrasi (Istimewa)

BIN Tak Punya Dendam Politik Dengan Habib Rizieq

JAKARTA, Waspada.co.id – Badan Intelijen Negara (BIN) membantah tudingan rekayasa dugaan pemasangan bendera yang diduga milik ISIS. BIN juga membantah adanya motif politik di balik berbagai tudingan tersebut.

“Tidak benar ada dendam politik. BIN adalah lembaga negara yang tetap ada meskipun silih berganti kepemimpinan nasionalnya, dan berkewajiban menjaga agar program pembangunan berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat,” kata Juru Bicara Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Wawan Hari Purwanto, melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (9/11).

BIN juga tidak mempermasalahkan pilihan politik seseorang termasuk pilihan politik Habib Rizieq.

“BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja. BIN ingin agar anak bangsa ini tidak terpecah karena beda pandangan. Perbedaan adalah memperkaya khasanah kebangsaan dan bukan alasan untuk terpecah,” ujarnya.

BIN juga membantah tudingan kriminalisasi terhadap HRS. Semua warga negara lanjut Wawan memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama di depan hukum. “Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, dengan duduk bersama maka semua bisa teratasi,” katanya.

Terkait tudingan spionase, Wawan mengatakan tidak ada aksi spionase yang dapat dibenarkan yang dilakukan negara manapun di negara manapun.

“Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang. Mereka bisa dipersona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu,” katanya.

Seperti diketahui, HRS beberapa waktu lalu sempat didatangi oleh Kepolisian Arab Saudi setelah adanya laporan terkait pemasangan bendera yag diduga terkait ISIS. Tak lama diperiksa, HRS pun kembali dipulangkan. Pihak HRS pun menuding, ada pihak yang sengaja merekayasa pemasangan bendera. Pihak HRS pun telah melaporkan hal tersebut ke otoritas Arab Saudi dengan dugaan aksi spionase.

“BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan, termasuk memberikan jaminan atas pelepasan HRS. Jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoax,” tandas Wawan. (inilah/ags/data2)

Check Also

BIN Bantah Terlibat Soal Bendera Tauhid di Kediaman Habib Rizieq

JAKARTA, Waspada.co.id – Badan Intelijen Negara (BIN) membantah terlibat dalam pemasangan bendera yang dikaitkan dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: