_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Berkah HUT RI, 130.383 Napi Dapat Remisi dan 2.790 Orang Langsung Bebas
Yassona Laoly (foto: Antara)

Berkah HUT RI, 130.383 Napi Dapat Remisi dan 2.790 Orang Langsung Bebas

agregasi

 

JAKARTA – Sebanyak 130.383 narapidana memperoleh Remisi Umum (RU) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019). Rinciannya adalah 127.593 orang menerima RU I atau penguarangan sebagian masa hukuman, 2.790 lagi dapat RU II atau langsung bebas.

Kementerian Hukum dan HAM dalam keterangannya, Sabtu (17/8/2019) menyebutkan, total ada 199.263 napi yang diusulkan mendapat remisi pada 2019, namun hanya 130.383 yang diberikan.

Napi terbanyak menerima remisi HUT ke 74 RI berasal dari Sumatera Utara yakni 16.503 napi dengan rincian RU I 16.135 orang dan RU II 368 orang.

Kemudian Jawa Barat sebanyak 14.096 narapidana dengan rincian RU I 13.560 orang dan RU II 499 orang. Jawa Timur 13.319 narapidana dengan rincian RU I 13.313 orang dan RU II 6 orang.

Kemenkumham menyebutkan pemberian remisi tersebut berhasil menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp184.573.590.000.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly mengatakan, pemberian remisi bukan hanya sekadar pemenuhan hak warga binaan masyarakat (WBP) –sebutan lain untuk napi–, tetapi juga apresiasi negara terhadap mereka yang telah mengubah perilaku jadi lebih baik.

“Melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh WBP selalu patuh dan taat kepada hukum, norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan YME maupun sesama manusia,” katanya.

Yasonna menegaskan program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan sesuai dengan tema perayaan HUT ke-74 RI, yakni SDM Unggul Indonesia Maju.

“Revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan yang menjadi solusi penyelesaian permasalahan-permasalahan pemasyarakatan harus mampu menyentuh pelbagai program pembinaan sehingga dapat mengantarkan mereka menjadi manusia yang berkualitas, terampil, dan mandiri sehingga mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan SDM yang mendukung dan memajukan perekonomian nasional,” ujarnya.

Yasonna mengajak semua pihak memandang persoalan kelebihan isi penghuni lapas atau rutan dari sisi berbeda, yaitu sebagai modalitas utama dalam pembangunan nasional.

“Kelebihan isi penghuni menunjukkan lapas atau rutan sebenarnya memiliki aset dan potensi luar biasa untuk mendukung berjalannya kegiatan ekonomi kreatif sehingga pada akhirnya dapat penghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak sebagai bentuk kontribusi Pemasyarakatan kepada negara,” ujar Yasonna.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkuham, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, pemberian remisi merupakan penghargaan dari pemerintah untuk mereka yang patuh dan taat selama menjalani masa pidana sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 35 Tahun 2018.

“Pemberian hak kepada narapidana tidak rumit, tidak sulit, tidak berbelit-belit, dan mengubah hari menjadi menit. Dengan pemberian remisi, biaya makan WBP juga mengalami efisiensi,” kata Utami.

适适

Berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan per 14 Agustus 2019, jumlah warga pemasyarakatan seluruh Indonesia 265.151 orang. Rinciannya 199.263 orang napi dan 65.888 berstatus tahanan.

Check Also

Gubsu Apresiasi Prestasi Paskibraka Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Sebanyak 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumut Tahun 2019 berhasil ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.