Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Belanja Pegawai Meroket, Yuddy Sebut Bisa Seperti Yunani
Ilustrasi

Belanja Pegawai Meroket, Yuddy Sebut Bisa Seperti Yunani

JAKARTA,WOL – Pemerintah menyatakan salah satu alasan untuk menerapkan rencana rasionalisasi yakni untuk menghemat anggaran belanja khususnya belanja pegawai.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi, mengatakan, belanja pegawai jadi bom waktu karena terus menerus membengkak. Yuddy tak mau, nantinya Indonesia bernasib seperti Yunani yang bangkrut karena tak mampu membayar utang yang penggunaannya didominasi untuk membayar belanja pegawai.

“Itu akan jadi bom waktu karena belanja pegawai akan terus membengkak, membayar pensiunan juga akan membengkak. Mau sampai kapan,” kata Yuddy, di Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Dia menyebutkan anggaran belanja pegawai selama ini relatif cukup besar yakni mencapai 33,8 persen dari belanja keseluruhan yakni Rp2.093 triliun dalam APBN 2016.

Tak hanya di pusat, di daerah, kata Yudi ada 240 daerah mengalokasikan anggarannya lebih dari 50 persen untuk belanja pegawai. Padahal, seharusnya anggaran digunakan untuk program kesejahteraan masyarakat.

Menurut politikus Partai Hanura ini, tidak mungkin dalam jangka panjang terus menambah pegawai dan tak mengendalikan belanja pegawai. Sementara banyak program kerja pemerintah yang butuh dukungan APBN.

“Setiap pengadaan satu orang pegawai pasti akan memakan belanja barang dan belanja rutin (gaji). Sementara untuk pembangunan ini diperlu ditekankan adalah belanja modalnya. Dengan demikian KemenPANRB melakukan simulasi kebijakan kira-kira berapa jumlah PNS yang idealnya memenuhi kebutuhan Indonesia dan pelayanan pemerintahan,” jelas dia.

Hitung-hitungan yang dilakukan KemenPANRB yakni dengan jumlah 250 juta penduduk, Indonesia kelebihan 1 juta pegawai di mana sebenarnya PNS yang dibutuhkan sebanyak 1,5 persen dari jumlah penduduk yakni 3,5 juta. Sedangkan jumlah PNS saat ini mencapai 4,5 juta pegawai.

Namun tentu, rasionalisasi tidak dilakukan secara drastis dan menimbulkan keguncangan bagi masyarakat. Maka, KemenPANRB menawarkan dilakukan dalam waktu tiga tahun hingga 2019.

“Setiap tahun 200 ribu orang akan pensiun, sehingga dalam tiga tahun diperkiraan pensiunan 500 ribuan orang. Sehingga 2019 PNS tinggal empat juta, meski masih ada kelebihan 500 ribu,” jelas Yuddy.

(mtn/data3)

Check Also

Wanita Yunani Ini Tidak Miliki Rahim dan Vagina

ATHENA, WOL – Seorang wanita muda asal Yunani mengaku tentang kondisi langka tidak memiliki rahim ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: