Home / Warta / Mancanegara / Bebaskan Pastor AS, Trump: “Terima Kasih Erdogan”
foto: dok. reuters

Bebaskan Pastor AS, Trump: “Terima Kasih Erdogan”

ANKARA, Waspada.co.id – Andrew Brunson, seorang pastor yang ditahan di Turki selama dua tahun terakhir, kembali ke Amerika Serikat usai dibebaskan pada Jumat (12/10) lalu.

Dikutip dari AFP, Brunson yang tiba di Negara Paman Sam pada Sabtu (13/10) itu dibawa ke Gedung Putih, Washington DC, guna bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump menyatakan akan menerima Brunson di Ruang Oval, Gedung Putih, pada pukul 14.30 waktu setempat.

Trump sendiri telah melontarkan ucapan terima kasih terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas pembebasan Brunson tersebut. Pembebasan Brunson, kata dia, telah mengakhiri ketegangan diplomasi antara negaranya dan Turki.

“Akan sangat luar biasa melihat dan bertemu dia [Brunson]. Dia adalah seorang Kristiani yang hebat yang telah melewati pengalaman sulit. Saya akan berterima kasih kepada Presiden @RT_Erdogan atas pertolongan dirinya,” demikian kicauan Trump soal ucapan terima kasihnya pada Erdogan lewat media sosial Twitter.

Di sisi lain, Erdogan membalas kicauan ucapan terima kasih dari Trump. Dalam kicauan balasanya, Erdogan menegaskan kepada Trump bahwa pembebasan Brunson adalah murni keputusan pengadilan tanpa intervensi dirinya.

“Tuan Presiden @realDonaldTrump, seperti yang selalu saya katakan, keputusan yudisial Turki selalu diambil secara independen,” kicauan Erdogan lewat akun media sosial Twitter-nya.

Pengakuan Tak Bersalah
Sebelumnya, Pengadilan Turki di Aliaga menyatakan Brunson bersalah dalam hal spionase dan terlibat membantu kelompok teror. Dia dihukum penjara tiga tahun, satu bulan, dan 15 hari. Namun, belum genap masa tahanannya dilalui, Brunson dibebaskan dengan alasan perilaku baik.

Sementara itu Brunson, yang pertama kali ditahan pada Oktober 2016 silam menyatakan dirinya sama sekali tak bersalah seperti yang pernah divoniskan pengadilan di Turki.

“Saya seorang pria yang tak bersalah. Saya mencintai Yesus. Saya mencintai Turki,” demikian kutipan pleidoi Brunson.

Brunson sendiri telah berada di Turki sejak 1993 silam sebagai bagian dari program misionaris.

Pembebasan Brunson dinilai sebagai hal yang sensitif bagi kepemimpinan di Turki. Apalagi, Turki pun kini sedang menjadi sorotan dunia terkait hilangnya jurnalis, Jamal Khashoggi, saat mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul pekan lalu. Baik Turki, maupun Trump, telah menekan kepada Kerajaan Arab Saudi untuk menjelaskan nasib Khashoggi. (cnn/data2)

Check Also

Prancis Ancam Sanksi Jika Saudi Terbukti Membunuh Khashoggi

PARIS,Waspada.co.id – Pemerintah Prancis menyatakan bakal memberikan sanksi terhadap Arab Saudi, jika terbukti terlibat dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: