Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Banyak Kasus Kecil Diproses Hukum, MA: Bukti Publik Percaya Lembaga Peradilan!
WOL Photo
WOL Photo

Banyak Kasus Kecil Diproses Hukum, MA: Bukti Publik Percaya Lembaga Peradilan!

agregasi
agregasi

 

BANDUNG – Ketua Kamar Pembinaan dan Wakil Koordinator Tim Pembaruan Mahkamah Agung (MA) Takdir Rahmadi menyatakan, publik masih mempercayai lembaga peradilan di Indonesia. Hal itu terlihat dari banyaknya kasus kecil yang diproses hingga di pengadilan.

Untuk perkara perdata yang ditangani pengadilan misalnya, meski tidak menyebut angka, ia mengatakan jumlahnya sangat banyak. Tidak hanya itu, trennya juga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Ini membuktikan sebenarnya bahwa publik percaya pada lembaga peradilan,” kata Takdir dalam Lokakarya Bersama Media, Mahkamah Agung, dan EU-UNDP Sustain, di eL Royal Hotel, Kota Bandung, Rabu (23/8/2017) malam.

Tapi, menurutnya, secara umum ada anggapan bahwa dunia peradilan di Indonesia sudah tidak dipercaya. Hal itu juga dipengaruhi oleh pandangan sejumlah pengamat dan pemberitaan di media massa.

“Kalau pengamat, apalagi dosen, kadang membesar-besarkan. Ada satu kasus, kemudian enggak percaya (terhadap dunia peradilan secara keseluruhan),” ungkapnya.

Ia kemudian mencontohkan kasus perebutan keabsahan dua kubu pengurus salah satu masjid di Bukittinggi. Kasus itu sampai diproses di pengadilan. Padahal, kasus seperti itu tidak perlu dibawa sampai ke pengadilan.

“Ini mestinya diselesaikan masyarakat melalui mediasi. Tapi ternyata masyarakat enggak bisa menyelesaikan masalah seperti itu, (justru diproses sampai ke) pengadilan. Ini artinya ada kepercayaan (publik kepada pengadilan),” jelas Takdir.

Contoh lain adalah banyaknya perkara yang melibatkan antarangota keluarga, misalnya terkait sengketa warisan. Padahal, perkara seperti itu juga seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Ini kalau enggak percaya, ngapain (diproses sampai ke pengadilan),” cetusnya.

“Jadi, artinya ada paradoks, di satu sisi seolah-olah pengadilan ini sudah runtuh, tapi faktanya, numerical factor data terakhir jumlah perkara perdata naik yang diselesaikan MA,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu menandakan masyarakat masih memiliki harapan dan kepercayaan tinggi terhadap dunia peradilan di Indonesia.

“Masyarakat masih berharap bahwa MA dan peradilan di bawahnya tempat mencari keadilan, walaupun satu-dua seperti kemarin ada perilaku-perilaku tercela di antara aparatur negara (penegak hukum),” tandas Takdir.

Check Also

Juru Bicara MA, Suhadi datangi Gedung KPK (foto: Badrie/Okezone)

Ketua PT Manado Kena OTT KPK, MA: Kami Sangat Kecewa!

  JAKARTA – Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.