Home / Warta / Politik / Bantah Seret SBY ke Kasus E-KTP, Anas Urbaningrum: This Is Not My War!
Kompas Images
Kompas Images

Bantah Seret SBY ke Kasus E-KTP, Anas Urbaningrum: This Is Not My War!

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ikut disebut sebagai dalang di balik penyebutan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sidang korupsi e-KTP. Namun, Anas dari balik jeruji besi menegaskan, bahwa informasi tersebut sangat menyesatkan, sehingga perlu mengklarifikasinya.

Dalam surat yang ditulis Anas tertanggal 10 Februari 2018 itu menyebutkan, bahwa dirinya mengganggap lucu, bahkan lebih lucu dari dagelan. Bermula dari beredarnya surat hoax yang seolah-olah dibuat Mirwan Amir dan menyebutkan adanya pertemuan Anas, Firman Wijaya, Mirwan Amir, dan Saan Mustopa di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat.

Pertemuan itu disebut sebagai momen merancang skenario jahat untuk menyeret SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam pusaran kasus e-KTP. Persoalan itu berawal dari kesaksian Mirwan Amir menyebut nama SBY saat bersaksi di persidangan Setya Novanto.

“Perlu saya nyatakan bahwa yang disebut Pertemuan Sukamiskin itu adalah tidak ada dan tidak pernah terjadi. Itu adalah fitnah keji yang lahir dari imajinasi hitam dan buruk sangka yang tak terkendali,” ujar Anas dalam surat tersebut.

Anas menegaskan, sangat mudah untuk membuktikan bila memang pertemuan tersebut benar terjadi. Bisa dicek kamera pengawas, maupun menanyakan langsung ke warga Lapas Sukamiskin. Namun, pastinya pertemuan tersebut tak pernah ada.

“Jadi, sudahlah. Apalagi yang kurang? This is not my war. Ini hanya pernyataan kebenaran,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Tri Dianto ketika dikonfirmasi terkait surat tersebut, ia menyatakan bahwa surat itu memang ditulis Anas dari Lapas Sukamiskin. Bahkan, ia merupakan pihak yang dititipkan surat tersebut oleh mantan ketua umum PB HMI itu.

Menurutnya, Anas sengaja menulis surat tersebut karena tak ingin ada lagi hoax yang menyerangnya. “Jangan sampai terjadi lagi kasus mobil Harrier yang hoax itu bikin status Mas Anas jadi tersangka,” kata Tri Dianto saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (14/2/2018).

Tri Dianto menambahkan, mengenai hubungan Anas dan Firman Wijaya hanya sebatas mantan pengacara. Ketika proses peradilan tuntas, maka sikap Firman Wijaya untuk membela Anas juga otomatis berakhir.

“Jangan sampai ada pihak yang mengaburkan fakta persidangan dengan intimidasi proses penegakan hukum dari luar persidangan,” katanya.

Sekadar diketahui, ini surat lengkap Anas Urbaningrum:

Salam Keadilan,

Sungguh ini hal yang lucu, lebih lucu ketimbang dagelan. Tetapi karena sudah disebarkan dan menjadi berita luas, hoax ini perlu dibantah karena bisa menjadi virus jahat yg merusak dan menyesatkan.

Hampir bersamaan dengan pernyataan pers Pak SBY dan pelaporan Sdr. Firman Wijaya ke Bareskrim, disebarkan Surat Hoax yang seolah-olah ditulis oleh Sdr. Mirwan Amir. Inti dari Surat Hoax yang disebarkan itu adalah bahwa ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa untuk merancang skenario fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas. Pertemuan dan skenario fitnah itulah yg dipercaya terkait dengan kesaksian Mirwan Amir di persidangan Terdakwa Setya Novanto.

Check Also

Presiden Jokowi. (Foto: Antara)

Jokowi: Tak Gampang Jika Mau Jadi Presiden

  PEKANBARU – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa siapa saja berhak memiliki cita cita ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.