_
Home / Warta / Mancanegara / Bahas Soal Pemukiman Israel di Wilayah Palestina, Utusan Trump Cerca Dewan Keamanan PBB
Utusan AS untuk Urusan Timur Tengah, Jason Greenblatt, mencerca diskusi informal DK PBB gagasan Indonesia yang membahas permukiman ilegal Israel di Palestina. (AFP Photo/Jaafar Ashtiyeh)

Bahas Soal Pemukiman Israel di Wilayah Palestina, Utusan Trump Cerca Dewan Keamanan PBB

NEW YORK, Waspada.co.id – Utusan Amerika Serikat untuk Urusan Timur Tengah, Jason Greenblatt, mencerca diskusi informal Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagasan Indonesia yang membahas permukiman ilegal Israel di tanah Palestina.

Greenblatt mencerca DK PBB karena “mengulangi pembicaraan yang tidak ada gunanya” dengan terus mengkritik Israel dalam rapat informal tersebut.

“Mari kita semua berhenti berpura-pura bahwa permikiman adalah apa yang selama ini mengganjal proses perdamaian yang sedang dinegosiasikan,” ucap Greenblatt mewakili Presiden Donald Trump dalam rapat tersebut.

“Sikap lelucon dan obsesif yang berfokus pada satu aspek konflik rumit ini tidak membantu siapa pun,” katanya,

Dia mengkritik rapat DK PBB tersebut lantaran mengucilkan Israel atas perluasan permukimannya di tanah Palestina selama ini, tapi gagal mengecam gerakan kelompok Hamas dan Jihad Islam yang menembakkan roket ke wilayah Israel.

Greenblatt menuduh PBB bersikap bias terhadap Israel lantaran lebih nyaman “mengeluarkan 700 resolusi” yang mendesak Israel daripada merespons “700 roket” yang ditembakkan oleh militan Palestina ke wilayah Israel.

“Alih-alih menuntut pertanggungjawaban dari Hamas dan Jihad Islam, kita malah mengulangi poin pembicaraan usang dan melelahkan yang telah berlangsung selama 20 tahun,” kata Greenblatt.

Sebagai presiden DK PBB bulan Mei ini, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi turut hadir dan sekaligus memimpin rapat informal tersebut.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh anggota PBB dan organisasi internasional lainnya itu, Retno menegaskan bahwa perluasan permukiman ilegal Israel selama ini “tidak dapat diterima” karena dapat merusak negosiasi perdamaian.

Retno mendesak komunitas internasional untuk memperkuat tekanan terhadap Israel supaya menghentikan perluasan permukiman ilegalnya di tanah Palestina

“Permukiman ilegal Israel terus bertambah dari sekitar 110 ribu pada 1993 menjadi sekitar 620 ribu pada 2017,” kata Retno dalam pernyataan pembukanya.

“Masyarakat internasional memiliki tanggung jawab untuk menghentikan kebijakan pembangunan permukiman illegal oleh Israel. Untuk itu perlu ada tekanan yang besar dari masyarakat internasional untuk menghentikan pemukiman illegal Israel di Palestina.” (cnn/data2)

Check Also

Bentrok Israel-Militan Jalur Gaza di Awal Ramadan, 23 Tewas Termasuk Ibu dan Bayi

GAZA, Waspada.co.id – Situasi Jalur Gaza, Palestina sampai saat ini tetap mencekam karena kelompok militan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: