_
Home / Warta / Mancanegara / Badan Antariksa Disanksi, Presiden Iran Tegaskan Tak Mau Dialog Lagi dengan AS
Presiden Hassan Rouhani menegaskan Iran tidak akan pernah berunding lagi dengan Amerika Serikat secara bilateral. (Reuters/Danish)

Badan Antariksa Disanksi, Presiden Iran Tegaskan Tak Mau Dialog Lagi dengan AS

WASHINGTON, Waspada.co.id – Amerika serikat (AS) kembali menjatuhklan sanksi ke Iran. Kali ini, AS menjatuhkan sanksi pada badan antariksa sipil Iran dan dua organisasi penelitian ruang angkasa, Selasa (3/9) waktu setempat. Hal itu dilakukan sebab AS menilai perusahaan-perusahaan tersebut digunakan untuk memajukan program rudal balistik Teheran.

Menurut sebuah pernyataan, sanski Kementerian Keuangan AS menargetkan Badan Antariksa Iran, Pusat Penelitian Antariksa Iran, dan Lembaga Penelitian Astronoutika Iran. “AS tidak akan mengizinkan Iran menggunakan program peluncuran luar angkasa sebagai topeng untuk memajukan program rudal balistiknya,” ujar Menteri Luar Negeri AS Mike Pompoe dalam sebuah pernyataan, Selasa waktu setempat.

Pompeo mengatakan, upaya Iran pada 29 Agustus lalu untuk menguji kendaraan peluncuran ruang angkasa, adalah urgensi ancaman. AS telah berulangkali memperingatkan Iran terhadap peluncuran roket.

AS khawatir teknologi yang digunakan untuk menempatkan satelit di orbit dapat membantu mengembangkan kemampuan rudal balistik yang diperlukan untuk meluncurkan hulu ledak nuklir. Namun, Teheran menyangkal kegiatan yang dilakukan adalah kedok pengembangan yang dituduh AS.

Sementara, Presiden Hassan Rouhani menegaskan Iran tidak akan pernah berunding lagi dengan Amerika Serikat secara bilateral.

“Tidak ada keputusan yang diambil untuk menggelar dialog dengan AS. Memang telah banyak tawaran untuk menggelar dialog, tapi jawaban kami tetap negatif,” kata Rouhani dalam sesi dengar pendapat dengan parlemen Iran yang disiarkan langsung, Selasa (3/9).

Rouhani menuturkan Iran masih mempertimbangkan untuk berunding lagi dengan AS secara multilateral jika Presiden Donald Trump menarik seluruh sanksi yang dijatuhkan atas Teheran.

“Jika Amerika mencabut seluruh sanksi maka semuanya akan seperti semula, di mana AS bisa bergabung dalam pertemuan multilateral yang juga dihadiri Iran bersama negara anggota perjanjian nuklir 2015 lainnya,” ucap Rouhani.

Dilansir Reuters, Rouhani juga menekankan Uni Eropa, yang selama ini berupaya menjadi penengah, untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015 dalam waktu dekat. Jika tidak, Teheran akan kembali mengembangkan komitmen nuklirnya.

“Jika negara Eropa dapat membeli minyak kami dan kami dapat memiliki akses kepada sistem keuangan kami, itu akan meredakan dan memudahkan situasi, dan kami dapat sepenuhnya mengimplementasikan kesepakatan,” kata Rouhani.

Pernyataan itu diutarakan Rouhani menyusul tawaran Trump untuk bertemu demi meredakan ketegangan antara Iran-AS. Trump mengumumkan hal itu setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa ia siap memfasilitasi pertemuan tatap muka keduanya di sela KTT G7 pada akhir Agustus lalu.

Trump sendiri yakin Rouhani juga ingin bertemu demi meredakan ketegangan antara AS dan Iran selama beberapa bulan belakangan. Meski ingin bertemu Rouhani, Trump tetap menerapkan tekanan penuh dan berkeras tak ingin mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran tersebut. (ccn/republika/data2)

Check Also

Trump Minta PM Australia Bantu Diskreditkan Penyelidikan soal Keterlibatan Rusia di Pemilu AS

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Donald Trump dilaporkan meminta bantuan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.