_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Asetku Awali Sosialisasi P2P Lending di Medan
Direktur Asetku Andrisyah (dua kiri) menyerahkan piagam kepada Irwan Ritonga (dua kanan) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Medan atas partisipasinya dalam sosialiasai Fintech Peer to Peer (P2P) Lending Asetku di Hotel JW Marriot Medan.(foto: Sastroy Bangun)

Asetku Awali Sosialisasi P2P Lending di Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Perusahaan jasa keuangan financial technology (fintech) terus berinovasi di bidang keuangan, seiring berkembangnya penggunaaan teknologi di era milenial saat ini. Salah satunya adalah platform Asetku yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Asetku yang berada di bawah naungan PT Pintar Inovasi Digital memberikan jangka waktu pendanaan terbilang sangat cepat, mulai 15 sampai 30 hari saja.

Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan, dalam sosialisasi Fintech Peer to Peer (P2P) Lending di Medan dengan tema, “Gerakan Peningkatan Inklusi Keuangan Indonesia Bersama Asetku,” di Hotel JW Marriot Medan, mendukung tumbuhnya industri fintech, khususnya di sektor P2P Lending di Indonesia karena dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

“Perusahaan kami berkomitmen untuk mendukung terciptanya kemudahan akses pendanaan bagi jutaan masyarakat di Indonesia. Pendanaan yang kami dukung dan fasilitasi dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak yang dapat menjangkau para konsumen melakukan pembelian barang dan kebutuhan lainnya dengan lebih mudah dan praktis,” ujarnya kepada awak media di Medan, Sabtu (23/2).

Andrisyah menuturkan, pihaknya melihat bahwa ke depannya sektor Fintech P2P Lending akan semakin berkembang di Indonesia karena kebutuhan yang memang tinggi dari masyarakat terhadap sumber pendanaan alternatif.

Untuk itu, kata Andrisyah, Fintech Asetku memberikan kemudahan dan keuntungan pendanaan dalam genggaman. Pendanaan tersebut mulai dari Rp2 juta dengan fixed return rate berkisar mulai 18-24% p.a. Jangka waktu pendanaan pun terbilang sangat cepat mulai 15 sampai 30 hari saja.

“Pendanaan ini dapat membantu memperluas inklusi keuangan dengan meminjamkan dananya kepada peminjam berkualitas. Untuk peminjam kami bersama Akulaku sebagai partner ekslusif untuk menyalurkan dana kepada peminjam berkualitas dengan grade ‘Sangat Baik’,” ungkapnya.

Disebutkan Andrisyah, dengan menyalurkan dana hanya kepada peminjam grade ‘Sangat Baik’ yang dilihat berdasarkan credit history, frekuensi pinjaman dan juga ketepatan pembayaran, hingga kini Asetku mampu mempertahankan Non- Performing Loan (NPL) di angka 0,00%.

Andrisyah menuturkan, market Fintech di Kota Medan sangat besar terutama untuk aplikasi P2P Lending seperti Asetku. Hingga kini, total pendanaan sekitar 30 persen berasal dari warga Medan. Menurutnya, angka 30 persen ini, sudah cukup besar dan pihaknya ingin terus meningkatkan karena potensinya yang masih sangat luas.

“Asetku akan melakukan sosialisasi Fintech P2P Lending di 12 kota Indonesia, diawali di Kota Medan. Sehingga sosialisasi ini bisa sebagai wadah untuk mengenalkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan Fintech P2P Lending dan pengaruhnya pada inklusi keuangan Indonesia,” jelasnya.

Jimmy Adhe Kharisma, Chief Risk Officer (CRO), mengatakan terdapat resiko Fintech Indonesia yang bila tak terdaftar di OJK. Seperti diketahui Fintech P2P Lending adalah pinjam meminjam secara online. Pinjam meminjam ini tentunya memiliki resiko.

Dijelaskan, faktor-faktor resikonya seperti gagal bayar, fraud atau si peminjam menggunakan identitas lain, krisis ekonomi dan terakhir resiko pailit atau ditutup oleh regulator. Lalu ada juga OJK yang mengawasi perusahaan di bidang keuangan. Saat ini baru 99 Fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK dan di Februari 2019 ini sudah 635 Fintech ilegal yang tidak diawasi oleh OJK jadi bisa hilang begitu saja.

“Untuk itu bijaklah dalam memilih Fintech tentunya memilih Fintech harus yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK,” pungkas Jimmy.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ambisi Juara Paruh Musim Gagal

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Ambisi menjadi juara paruh musim klasemen Wilayah Barat Liga 2 Indonesia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.