Home / Warta / Mancanegara / AS Selidiki Penyakit Misterius yang Serang Diplomat AS di Kuba
Kedutaan AS di Havana, Kuba (reuters)

AS Selidiki Penyakit Misterius yang Serang Diplomat AS di Kuba

WASHINGTON, Waspada.co.id – Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Kuba bertemu di Washington DC untuk membahas mengenai masalah kesehatan misterius yang dialami oleh lebih dari dua lusin personel di Kedutaan Besar AS di Havana. Situasi yang terjadi sejak tahun lalu itu telah menyebabkan pengurangan jumlah staf di kedutaan dan ketegangan hubungan antara kedua negara.

“Ada briefing yang terjadi antara beberapa rekan kami dari berbagai biro. Mereka mengadakan pertemuan dengan pemerintah Kuba untuk mendiskusikan beberapa masalah medis yang dialami orang-orang kami, ” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (14/9).

Nauert menolak membahas lebih detail mengenai pertemuan tersebut, tetapi mengatakan bahwa mereka melibatkan personel medis dan pakar mengenai situasi tersebut, juga pejabat Pemerintah Kuba.

Pada Kamis, anggota delegasi medis Kuba yang menghadiri pertemuan mengatakan kepada wartawan bahwa mereka menolak kesimpulan oleh para pejabat AS bahwa kondisi medis yang mempengaruhi personel AS adalah sama di seluruh kelompok.

“Kami tidak dapat secara kolektif mendukung hipotesis serangan kesehatan dan kerusakan otak pada diplomat AS sebagai penjelasan dari gejala-gejalanya,” kata panel Kuba. Meski begitu, mereka mengatakan bahwa penyakit itu memang ada dan terjadi dan mungkin memiliki penyebab psikologis bukan fisik.

“Kita tidak bisa mengatakan penyakit itu semua dapat dijelaskan oleh psikologis, tetapi hal itu juga tidak dapat diabaikan,” ujar Antonio Valdes, salah seorang dokter dan neurologis dalam panel tersebut.

Sedikitnya 26 warga AS telah terkena dampak penyakit misterius di Kedutaan Besar AS di Kuba dengan gejala yang termasuk gangguan pendengaran, tinnitus, atau dering di telinga, vertigo, sakit kepala dan kelelahan. Pejabat departemen luar negeri mengatakan. gejala-gejala itu konsisten dengan cedera otak traumatis ringan.

Penyakit yang pertama kali muncul tahun lalu itu pada awalnya diduga merupakan hasil serangan sonik atau serangan kesehatan.

Tetapi pada Kamis, dokter dari Kuba mengatakan bahwa dari kajian bukti yang mereka lakukan, hanya tiga orang yang ditemukan mengalami kehilangan pendengaran ringan atau menengah yang mungkin juga kondisi yang telah mereka alami sebelumnya.

Mereka juga mengatakan bahwa bukti yang ditinjau gagal menunjukkan kerusakan otak, dan itu membuktikan bahwa hanya dua atau tiga dari subyek Amerika memiliki disfungsi kognitif.

Pihak Kuba telah menolak dugaan keterlibatan mereka dalam serangan kesehatan yang dialami oleh para pegawai kedutaan AS tersebut.

“Mengapa kita harus melihat hipotesis yang dibuat-buat bahwa beberapa senjata misterius digunakan untuk menyerang Amerika,” kata pejabat Kuba.

Amerika Serikat telah mengurangi staf kedutaan di Kuba dari lebih dari 50 hingga maksimum 18, memaksa mereka yang masih berada di sana menangani lebih banyak pekerjaan. Tidak hanya AS, pada April, Kanada pun memanggil pulang keluarga diplomatnya yang ditempatkan di kedutaan Kuba karena kekhawatiran akan kondisi yang diduga sebagai cedera otak jenis baru. (okz)

Check Also

Kombinasi Lada Hitam dan Kunyit Punya Banyak Manfaat, Mencegah Kanker Salah Satunya!

  KUNYIT merupakan bumbu yang telah digunakan selama berabad-abad. Kunyit memiliki senyawa yang disebut kurkumin ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: