Home / Warta / Mancanegara / AS Bantah Telah Akui Taiwan sebagai Negara Merdeka
Foto: Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert menyampaikan keterangan kepada wartawan di Washington DC. (Mandel Ngan / AFP)

AS Bantah Telah Akui Taiwan sebagai Negara Merdeka

WASHINGTON, Waspada.co.id Pemerintah AS membantah telah mengubah pengakuan terhadap kebijakan “Satu China” karena memberi ruang kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen untuk berpidato di tanah Amerika.
Presiden Tsai menyampaikan pidatonya di gedung Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan saat singgah di Los Angeles pada Senin (13/8).
Hal itu menjadi yang pertama kalinya dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, seorang pemimpin Taiwan menyampaikan pidato di tanah Amerika. Dalam pidatonya, Presiden Tsai menyinggung tentang kemerdekaan Taiwan sebagai hal yang tidak dapat dinegosiasikan.

Baca: Pertama Kali sejak 15 Tahun, Presiden Taiwan Pidato di Amerika

http://waspada.co.id/warta/pertama-kali-sejak-15-tahun-presiden-taiwan-pidato-di-amerika/

Pemerintah China pun langsung mengajukan protes resmi kepada AS karena telah menunjukkan langkah pengakuan kepada Taiwan. Menanggapi protes Beijing, Departemen Luar Negeri AS, melalui juru bicaranya Heather Nauert menegaskan jika pidato tersebut tidak mewakili langkah apa pun oleh Pemerintahan Donald Trump.
Nauert menegaskan bahwa AS masih dalam sikap resmi mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintah China dan tidak secara resmi mengakui pemerintah Taiwan. “Kebijakan kami terhadap Taiwan tidak berubah,” kata Nauert kepada wartawan dan dilansir AFP.
“AS dalam hal ini memfasilitasi perjalanan perwakilan otoritas Taiwan untuk transit. Hal itu dilakukan lebih karena pertimbangan keselamatan dan kenyamanan para pelancong. Dan itu sesuai dengan kebijakan Satu China kami,” tambah juru bicara.
Kendati dalam catatannya, pemerintah AS sebelumnya lebih memilih untuk menghalangi pemimpin Taiwan untuk berpidato di Amerika karena akan meningkatkan status diplomatiknya dan mengusik Beijing. Kantor Urusan Taiwan di China pada Selasa (14/8) kembali menegaskan mengecam setiap tindakan yang mempromosikan kemerdekaan Taiwan.
Sementara Kementerian Luar Negeri China telah mengajukan protes resmi terhadap Washington mengingatkan dengan tegas kepada AS maupun negara lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing terkait transit tersebut. Kementerian telah mendesak Washington untuk secara teliti mematuhi prinsip satu China dan tidak mengirim sinyal yang salah kepada kekuatan kemerdekaan Taiwan. (wol, kcm/eli)

Check Also

Khamenei Sebut Trump Menjatuhkan Wibawa AS

TEHERAN, Waspada.co.id – Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: