Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Angket KPK Dikhawatirkan Berujung Pada Pemakzulan Jokowi
foto: istimewa
foto: istimewa

Angket KPK Dikhawatirkan Berujung Pada Pemakzulan Jokowi

JAKARTA, WOL – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyarankan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengabaikan hak angket yang bergulir di DPR. Apalagi, proses pembentukan hak angket ini sudah ditolak beberapa fraksi di DPR.

“Menurut saya KPK abaikan saja, apalagi ada lima ini yang tegas-tegas menolak Demokrat, PKS, Gerindra, PKB, dan PAN sebenarnya ini sudah selesai, tapi kalau ada kongkalikong dari fraksi-fraksi di DPR itu berbeda lagi,” kata Mahfud dalam sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (2/5) kemarin.

Mahfud mengaku khawatir, bila angket KPK ini terus berjalan di DPR. Bahkan, dia menduga hak angket itu bertujuan untuk memakzulkan pemerintahan Jokowi-JK.

“Kalau angket berjalan terus untuk apa? Kalau diteruskan angket ini tujuannya pemakzulan,” ucap dia.

Dikatakan pakar hukum tata negara ini, hak angket sebenarnya digunakan untuk mengatur hubungan dan pengawasan DPR terhadap jalannya pemerintahan. Dimana arti pemerintahan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 adalah lembaga eksekutif.

Dia melanjutkan, pada Pasal 79 ayat 3 UUD MD3 disebutkan bahwa hak angket dipakai untuk menyelidiki adanya pelanggaran UU termasuk kebijakan pemerintah yang strategis. Pemerintah yang dimaksud di antaranya, presiden, wakil presiden, kapolri, jaksa agung, dan lembaga-lembaga pemerintah nondepartemen seperti Lemhanas, LIPI, dan BPJS.

“Adapun lembaga negara yang bukan pemerintah, itu KPK, KPU, Komnas HAM, ini enggak bisa diangket. Jadi ini juga sama saja dengan mengangket BPK, MK, MA. Itu enggak bisa diangket,” pungkas Mahfud. (merdeka/ags/data1)

Check Also

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

Kasus Korupsi PT DGI, KPK Fokus Telusuri Aset-Aset

  JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi perusahaan atau korporasi PT ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.