_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Anggota DPRD Nias Selatan Tantang Pendemo di Jakarta
foto: istimewa

Anggota DPRD Nias Selatan Tantang Pendemo di Jakarta

JAKARTA, WOL – Aksi yang dilakukan oleh Forum Pemuda Peduli Nias untuk menuntut penyelesaian pemadaman listrik yang terjadi di Pulau Nias di depan kantor Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Jakarta, Rabu (6/4) kemarin, sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dengan salah seorang anggota DPRD Nias Selatan.

Ketegangan berawal saat sejumlah anggota dewan asal Pulau Nias keluar dari dalam gedung melewati pintu utama dimana massa berorasi. Ternyata mereka juga melakukan kunjungan di tempat yang sama. Namun, massa aksi yang berasal dari Pulau Nias yang kini menetap di Jabodetabek tersebut tidak terima dengan kehadiran mereka.

“Anggota dewan hanya memanfaatkan momen ini untuk menghabiskan anggaran. Kalian tidak becus bekerja, membiarkan masalah krisis listrik berlarut-larut. Rakyat menderita!” teriak seorang massa aksi lewat pengeras suara.

Tak terima diteriaki, 2 orang dari rombongan tersebut menantang massa. “Saya ini anggota dewan. Marga saya Laia. Jangan sok hebat kalian di Jakarta ini,” katanya dengan emosi.

Setelah ditelusuri, nama pria itu adalah Yurisman Laia, anggota DPRD asal Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Saling dorong dan adu mulut pun tak terhindarkan. Dengan sigap, pihak keamanan mengusir anggota DPRD tersebut karena dinilai memprovokasi.

Mewakili massa, Bruno Adolf Richard Telaumbanua, dalam orasinya mengimbau PT PLN (Persero) untuk segera mengatasi masalah pemadaman listrik secara total yang telah terjadi sejak Jumat, 1 April 2016 lalu.

Forum Pemuda Peduli Nias menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu sebagai berikut:

1.    Mendesak pemerintah pusat dan daerah serta pihak terkait supaya segera mengambil kebijakan khusus untuk memenuhi kebetuhan Iistrik di Pulau Nias.
2.    Meminta dan mendesak Pemerintah Pusat dan Daerah, PLN Pusat dan Pihak terkait untuk mengatasi masalah Iistrik di Pulau Nias dalam waktu 1 X 24 Jam.
3.    Tidak ada Iagi pemadaman Iistrik di Pulau Nias.
4.    PLN harus mengganti kerugian materiil dan immaterill masyarakat atas pemadaman Iistrik selama ini.
5.    Meminta kepada PLN Pusat dan Cab. Nias meminta maaf kepada seluruh masyarakat nias melalui media elektronik, cetak dan online atas pemadaman Iistrik selama lima hari lamanya.
6.    Meminta kepada Kapolres Nias untuk membebaskan 10 orang aktivis yang ditangkap dan ditahan oleh polres Nias.
7.    Meminta penegak hukum dan pihak Iain untuk segera menyeret mafia PLN Ke Pengaduan.
Setelah delegasi Forum Pemuda Peduli Nias diterima oleh Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ir. Alhuddin Sitompul, MM, massa pun meninggalkan lokasi dan melanjutkan aksi di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta Selatan. (wol/ags/data2)

Check Also

Safari Ramadhan di Nisel, Wagubsu Bukber Anak Yatim dan Hafiz Quran

NIAS SELATAN, Waspada.co.id  – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, melakukan Safari Ramadhan ke Nias ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.