Home / Warta / Politik / Andi Arief Pertanyakan Sikap PDIP Soal Kenaikan BBM
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. (ist)

Andi Arief Pertanyakan Sikap PDIP Soal Kenaikan BBM

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arif mempertanyakan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak. Ia menyindir sikap kader PDIP yang menangis saat harga BBM naik di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Mana suara PDIP, mana tangisannya. Ini BBM dinaikkan. Kata-kata apalagi yang akan keluar sebagai janji manis buat rakyat. Untuk apa berkuasa tapi menyusahkan rakyat,” kata Andi dalam akun twitternya, @AndiArief__.

Menurutnya, kenaikan harga BBM ini bertolak belakang dengan janji Jokowi. Meski begitu Demokrat, kata Andi bisa memakluminya.

Berbeda dengan reaksi tangisan PDIP dulu, kader Demokrat menurutnya saat ini tak akan menangis. “Partai Demokrat tidak akan jualan tangis di DPR seperti PDIP dulu. Para Jokower yang sesumbar enggak naikkan BBM termasuk ekonomnya coba keramas dulu,” katanya.

Ia juga menyindir pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bahwa pemerintah punya cara sendiri terkaitnya sempitnya ruang fiskal saat mengomentari Pidato politik SBY Oktober lalu.

“Ternyata omdo. Buktinya naikkan BBM juga,” ujarnya.

Atas naiknya harga BBM ini, Andi menyatakan keragiannya pada upaya yang ditempuh rezim Jokowi untuk mengatasi kesulitan ekonomi.

Harga BBM jenis Pertamax telah dinaikkan dari Rp9.500 jadi Rp10.400 dan Pertamax Turbo naik dari Rp10.700 per liter menjadi Rp12.250 per liter.

Di sisi lain, Pertamina Dex harganya naik dari Rp10.500 per liter menjadi Rp11.850 per liter. Dexlite naik dari Rp9.000 per liter menjadi Rp10.500 per liter dan biosolar non-PSO sebesar Rp9.800 per liter.

Pemerintah juga menyatakan bahwa harga BBM jenis premium naik di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) naik dari Rp6.450 menjadi Rp7.000 per liter. Sementara, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per liter.

Belakangan kenaikan harga premium ini ditunda.

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak jenis Pertamax dan Dex Series merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam menjaga keadilan di bidang ekonomi bagi masyarakat kelas bawah.

Itu fluktuasi harga itu kan mencerminkan bahwa pemerintah punya tanggung jawab ya terhadap upaya menjaga keadilan dalam bidang ekonomi,” kata Hasto saat ditemui di kediaman Ma’ruf Amin, Menteng, Jakarta, Rabu (10/10).

Hasto mengatakan selama ini konsumen yang menggunakan bahan bakar jenis Pertamax merupakan kalangan menengah atas. Ia menilai bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah tak akan berdampak dengan kenaikan BBM jenis tersebut. (cnnindonesia/ags/data2)

Check Also

Gus Irawan: Harga Premium Tetap, Beban Subsidi Naik

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu yang membidangi energi dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: