_
Home / Warta / Politik / ANALISIS: Menebak Peluang Prabowo Rebut Kursi Menteri Pertahanan
Prabowo Subianto.

ANALISIS: Menebak Peluang Prabowo Rebut Kursi Menteri Pertahanan

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketum Gerindra Prabowo Subianto dijagokan mengisi kursi Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Penawaran itu sebagai ‘bargaining’ Gerindra gabung dengan koalisi pemenang Pilpres 2019.

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Unpad, Muradi menilai, peluang Prabowo menjabat Menhan sangat berat. Sebab, kata dia, jabatan tersebut sudah tentu milik parpol pemenang pemilu.

“Itu kan jatahnya pemenang, jatahnya partai pemenang. Kan ada 3 kementerian yang jatahnya partai pemenang, pertama Mendagri, kedua Menlu, ketiga Menhan itu jatahnya PDIP. Jadi kalau Pak Prabowo ingin jatah itu, ya dia enggak ngukur diri. Menhan harus yang satu pemikiran dan nyaman sama presiden,” jelas Muradi saat dihubungi merdeka.com, Senin (7/10).

Muradi menegaskan, Jokowi tak akan main-main memberikan posisi Menhan. Menhan, kata Muradi, harus orang yang benar-benar dipercaya oleh Jokowi.

Muradi menjelaskan, pertama Menhan harus orang kepercayaan presiden, kedua dipahami dan direstui oleh parpol pemenang pemilu yakni PDIP. Ketiga tidak punya rekam jejak yang aneh-aneh, yang akan memicu masalah secara bangsa dan negara.

“Keempat dia bisa memahami materi fungsi sebagai Menhan, dari empat itu Pak Prabowo enggak gitu. Dia pernah dekat dengan kelompok-kelompok radikal, buat kita sebagai suatu negara agak kerepotan. Jangan main-main dengan posisi Menhan, Mendagri, Menlu, karena kalau presiden lagi enggak ada, mereka yang berkuasa,” tambah Muradi.

Siapa Sosok Menhan yang Pas?
Muradi pun punya penilaian sendiri sosok Menhan yang harusnya dipilih oleh Jokowi nantinya. Salah satunya, usia Menhan tak boleh terlalu tua.

“Yang pasti mantan tentara, bisa mantan Panglima, Kasad, yang pasti saya curiga bukan Pak Prabowo, itu hanya sebagai bargain beliau lah (minta Menhan),” tambah Muradi.

Dia menambahkan, anak muda lebih pas jadi Menhan. Sebab dengan begitu, bisa nyambung dengan dinamika politik yang ada saat ini. Karena tantangan ke depan bidang pertahanan bukan sekadar mengelola ancaman, tapi mengelola negara.

“Bukan yang konvensional. Butuh figur yang lebih fresh,” tutur Muradi.

“Paling enggak enggak jauh pensiunnya, baru, kurang dari lima tahun, masih banyak ada nama Gatot, Moeldoko, kemudian Mulyono,” tutur dia.

Posisi Pas untuk Prabowo
Muradi menilai, kursi Wantimpres sudah pas untuk seorang Prabowo. Jika di kabinet, Prabowo tak mesti masuk, bisa menyodorkan kader Gerindra.

“Bisa di Wantimpres, atau kader yang masuk kan gitu, tergantung maunya dimana, bisa lembaga lain yang lebih strategis. Gabungnya Pak Prabowo ini penting juga, tapi bukan sebagai operasional,” terang dia.

Muradi juga menjelaskan, saat ini Jokowi belum menunjuk siapa sosok yang akan menjabat Menteri Pertahanan. Menurut dia, hal itu masih akan didiskusikan dengan partai politik.

“Belum, masih timbang-timbang, harus parpol pemenang pemilu,” tutup Muradi.

适适

Check Also

Istana Ungkap Alasan Jokowi Hidupkan Kembali Jabatan Wakil Panglima TNI

  JAKARTA – Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.