Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Anak Buah Kena OTT KPK, MA: Pembinaan Kami Sudah Sangat Keras!
foto: Reni Okezone
foto: Reni Okezone

Anak Buah Kena OTT KPK, MA: Pembinaan Kami Sudah Sangat Keras!

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Usai Operasi tangkap tangan terhadap hakim dan panitera di Pengadilan Negeri Bengkulu, Komisi Yudisial (KY) mengkritik sistem pembinaan di Mahkamah Agung (MA) yang cenderung tidak berjalan. Beberapa kasus tangkap tangan sebelumya dinilai serangkaian bukti belum maksimalnya sistem pembinaan di lembaga tinggi hukum tersebut.

Kepala Hukum dan Humas MA Abdullah membantah hal tersebut. Abdullah mengklaim, justru semakin banyak hakim atau panitera yang kepergok korupsi, menunjukkan upaya bersih-bersih di tubuh MA berjalan.

“Pembinaan yang dilakukan MA, mulai dari pengadilan tingkat pertama sampai ke MA, sudah demikian kerasnya. Peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan MA dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan sudah cukup ketat, mulai dari penegakan disiplin, pembinaan dan pengawasan serta pengaduan masyarakat,” jelas Abdullah di Gedung MA, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Terlebih ia juga mengklaim informasi awal mengenai OTT di Bengkulu datang dari internal MA yang disampaikan kepada KPK untuk ditindak.

“Apa yang terjadi kemarin merupakan hasil informasi dari MA yang disampaikan ke KPK. Memang di pengadilan tingkat pertama sampai tingkat banding, ada orang-orang yang dibina untuk memberikan informasi kepada lembaga,” lanjut dia.

Abdullah juga mengatakan, seluruh hakim di bawah MA sudah dilarang keras bertemu dan berkomunikasi langsung dengan pihak yang berperkara.

“Tentunya ini merupakan regulasi yang cukup untuk membina dan mencegah perbuatan apapun bagi pengadilan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Abdullah.

Sebelumnya, Juru Bicara KY Farid Wajdi mengatakan, tertangkapnya hakim dan panitera PN Bengkulu sekali lagi membuktikan sistem pembinaan di MA tidak berjalan. Dia mengimbau pimpinan MA lebih menggalakkan upaya bersih-bersih di tubuh lembaga peradilan ini.

“Bukan lagi “oknum’, tapi ada sistem pembinaan yang tidak berjalan di MA,” kata Farid.

Check Also

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo (foto: Okezone)

Ketika Mendagri Curhat “Dihujani” SMS karena Banyaknya Kepala Daerah Diciduk KPK

  JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku “dihujani” ratusan pesan singkat (SMS) ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.