Home / Warta / Politik / Alumni 212 Tak Ubah Sikap Meski Sukmawati Meminta Maaf
Sukmawati saat meminta maaf kepada umat Islam di Jakarta (foto: Chyntia/Okezone)

Alumni 212 Tak Ubah Sikap Meski Sukmawati Meminta Maaf

JAKARTA, WOL – Persaudaraan Alumni 212 melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri. Sama dengan berbagai laporan sebelumnya, Sukmawati dilaporkan terkai puisi Ibu Indonesia.

Sekjen Pembela Imam Besar Habib Rizieq Shihab, Dedi Suhardadi mengatakan meski Sukmawati sudah meminta maaf, pihaknya tak akan mencabut laporannya dan memimta pihak kepolisian untuk tetap mengusut kasus ini.

“Mengenai masalah Bu Sukma sudah minta maaf, maaf saya secara pribadi nggak masalah. Persoalannya yang dihina bukan saya, bukan pribadi, ini agama syariat agama saya Muslim,” ujar Dedi yang juga anggota PA 212 usai melaporkan Sukmawati di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (4/4).

Dedi mengatakan apa yang diucapkan oleh Sukmawati dalam puisinya berjudul Ibu Indonesia telah menyakiti hati umat Islam. Menurut dia, menyinggung syarikat Islam telah membuat umat Islam meneteskan air mata.

“Ketika suara azan dibandingkan suara kidung ibu, itu kan produk budaya lalu dibandingkan dan dikatakan suara azan kidung itu lebih baik lebih indah, bagi saya azan tidak ada bandingnya. Suara azan itu indah dan merdu yan bisa mengusik hati menyangkut emosi bisa saja menitikkan air mata,” kata Dedi.

“Kalimat Allahu Akbar itu luar biasa dan ketika dibandingkan lebih jelek daripada kidung itu kan artinya begitu, saya kira bagi anda-andi yang muslim sakit nggak? Sakit,” jelas Dedi.

Kemudian membandingkan cadar dan konde itu menurut Dedi juga salah. Cadar dikatakan Dedi adalah perintah allah bagi kaum muslimah, sementara konde merupakan produk budaya.

“Lalu saat membandingkan antara cadar dengan konde, itu juga nggak pada tempatnya itu nggak seimbang. Itu tidak bisa membandingkan sari konde yang produk budaya dengan cadar, cadar itu perintah dari Allah dan Rasullnya,” tegas Dedi.

Dedi juga mengaku mendapat arahan dari berbagai daerah untuk tetap melaporkan Sukmawati ke Bareskrim. “Kalau ditanya tujuannya, saya mendapat amanah. Walaupun saya pribadi juga, dan juga sebenarnya selaku Sekjen Pembela Imam Besar Habib Rizieq, dan juga saya Alumni 212 dan saya juga tim advokasi GNPF ulama juga,” katanya.

Laporan Dedi diterima Bareskrim bernomor LP/455/IV/2018/Bareskrim dengan tuduhan penodaan agama sesuai Pasal 156 KUHP. Sebelumnya, Sukmawati dilaporkan oleh Forum Anti Penodaan Agama. Laporan dengan atas nama Mursal Fadhilah diterima Bareskrim dengan LP/453/IV/2018/Bareskrim. Sebelumnya, TPUA dan GMII juga telah melaporkan Sukmawati.(inilah/ags/data1)

Check Also

Pelapor Dugaan Penistaan Puisi Sukmawati Ogah Cabut Laporan Polisi

JAKARTA, WOL – Pelapor Sukmawati Soekarnoputri, Amron Asyhari enggan mencabut laporan yang dia buat terkait ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: