_
Home / Warta / Mancanegara / Alasan Penasihat Trump Tak Mau Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi
Foto: Penasihat Keamanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, John Bolton (Reuters)

Alasan Penasihat Trump Tak Mau Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi

WASHINGTON,Waspada.co.id – Penasihat Keamanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, John Bolton, dikabarkan menolak mendengarkan rekaman terkait pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman.

Bolton mengatakan tidak ada gunanya mendengarkan percakapan yang ada di dalam rekaman itu karena dia tidak mengerti bahasanya.

“Saya pikir saya harus bertanya kepada Anda kenapa saya harus (mendengarkan rekaman), apa yang Anda pikir saya akan pelajari dari itu (rekamannya),” kata Bolton merespons pertanyaan sejumlah wartawan di Washington pada Selasa (27/11) kemarin.

“Saya tidak bisa membaca transkrip rekamannya,” kata Bolton menambahkan ketika ditanya alasan dia tak ingin mendengarkan rekaman itu.

Khashoggi tewas di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, setelah sempat dinyatakan hilang pada 2 Oktober lalu.

Sejak itu Turki terus mengusut tuntutas pembunuhan koresponden The Washington Post tersebut. Ankara juga telah membagikan rekaman yang disebut berisikan percakapan ketika pembunuhan Khashoggi berlangsung kepada sejumlah negara seperti Saudi, Jerman, Perancis, dan juga AS.

Keengganan Bolton untuk mendengar rekaman itu dianggap semakin mencerminkan sikap Trump yang memilih mengabaikan kasus Khashoggi. Sebab kasus itu menyeret sekutu dekatnya, Arab Saudi.

Meski Badan Intelijen Pusat AS (CIA) telah menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) yang memerintahkan pembunuhan tersebut, Trump enggan menindak tegas Saudi.

Orang nomor satu di AS itu malah bersumpah akan tetap menjadi mitra setia Saudi, walaupun dia menilai MbS mungkin mengetahui atau juga tidak terkait pembunuhan tersebut.

Sikap Trump dalam menghadapi Saudi dikecam banyak pihak, termasuk dari partainya sendiri, Partai Republik. Ketua Senat untuk Urusan Luar Negeri, Bob Corker, menganggap sikap sang Presiden terhadap Saudi dalam kasus ini menurunkan moral AS ke titik terendah.

Senator dari Partai Republik itu menganggap pernyataan Trump mencerminkan moral AS hanya berorientasi pada uang, “bukan beberapa hal lain yang sangat kami hargai sebagai bangsa yakni hak asasi manusia dan masalah moral lainnya.”

Meski sempat menampik, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh menegaskan kerajaan tidak terlibat konspirasi pembunuhan tersebut. (cnn/data1)

Check Also

Terbukti Bunuh Diplomat Saudi, Saiful Islam Dihukum Gantung

DHAKA, Waspada.co.id – Seorang pria Bangladesh yang terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan diplomat Arab Saudi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: