Home / Warta / Mancanegara / Ajukan Banding, Hukuman Mantan Presiden Korsel Diperberat
Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye. (REUTERS)

Ajukan Banding, Hukuman Mantan Presiden Korsel Diperberat

SEOUL, Waspada.co.id – Pengadilan banding Korea Selatan menghukum mantan Presiden Park Geun Hye 25 tahun penjara dalam skandal korupsi yang menyebabkan dirinya terpaksa mundur pada 2017, Jumat (24/8). Park menjadi pemimpin Korsel pertama yang terpilih secara demokratis, yang dicopot Mahkamah Konstitusi karena korupsi. Dua konglomerat Korsel ikut terseret dan dijebloskan ke penjara.

Pengadilan Tinggi Seoul menemukan Park dan temannya, Choi Soon-sil menerima puluhan miliar won dari sejumlah konglomerat untuk membantu keluarga Choi dan mendanai yayasan nirlaba miliknya. Hakim Agung, Kim Mun-Suk mengatakan bahwa hukuman berat dari pengadilan tidak dapat dihindari.

“Transaksi yang tidak etis antara elit politik dan keuangan merusak esensi demokrasi dan merusak ketertiban dalam ekonomi pasar, membuat rakyat kehilangan kepercayaan,” kata dia kepada Reuters.

Pengadilan juga mendenda Park sebesar 20 milliar won (Rp261,85 miliar). Putri mantan diktator Korsel itu dinyatakan bersalah atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, penyuapan, dan pemaksaan. Pada April lalu, pengadilan lebih rendah memvonis Park 24 tahun penjara. Namun, jaksa mengajukan banding atas keputusan itu dan mencari hukuman yang lebih keras. Park hanya berserah pada putusan banding.

Pada Juli lalu, pengadilan lain di Korea Selatan memvonis Park dengan hukuman delapan tahun penjara dalam kasus terpisah dari skandal korupsi yang sama. Park dinyatakan bersalah dengan tuduhan menyebabkan hilangnya dana pemerintah dan mencampuri pemilihan parlemen pada 2016 lalu.

Park dibela oleh pengacara negara setelah tim pembelanya mundur secara massal tahun lalu sebagai protes terhadap pengadilan Seoul yang menangani kasusnya. Termasuk perpanjangan masa penahanannya. Park, 66, telah mendekam di penjara sejak 31 Maret 2017. Dia berulang kali membantah telah melakukan kesalahan dan tidak hadir dalam panggilan pengadilan.

Putri mantan presiden Park Chung-hee itu kembali ke Istana Kepresidenan sebagai perempuan pertama yang memimpin Korea Selatan pada 2012, tiga dekade setelah pembunuhan sang ayah. Mundurnya Park membuka jalan bagi kemenangan Moon Jae-in dari Partai Liberal, yang sikap damainya memperkuat hubungan yang signifikan dengan Korea Utara. (wol/cnn)

Check Also

KPK Limpahkan Berkas Gubernur Aceh

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas tiga tersangka kasus suap terkait Dana ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: