_
Home / Warta / Politik / Agum Gumelar Diharapkan Serahkan Data Penculikan Aktivis 1998
foto: istimewa

Agum Gumelar Diharapkan Serahkan Data Penculikan Aktivis 1998

JAKARTA, Waspada.co.id – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Friderick Paulus mempersilakan Agum Gumelar menyerahkan segala data tentang penculikan aktivis tahun 1998 ke aparat penegak hukum. Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan anggapan isu tersebut mencuat di musim Pilpres saja.

“Itu yang kita harapkan Pak Agum memang menyerahkan data-data itu. Tentunya ke depan hal hal ini bisa diproses secara hukum. Di samping itu jangan ini seakan-akan isu politik yang dilempar tapi fakta,” ujar Lodewijk di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Bara, Kamis (14/3).

Disinggung status kerahasiaan informasi, dia menjelaskan hal itu tergantung situasi. Jika informasi tersebut dianggap penting maka informasi rahasia perlu dibongkar agar diketahui publik.

“Ada saat-saat tertentu, pada kurun waktu yang bisa dibuka itu harus dirilis ke publik,” uujarnya

Sebelumnya, jagat media sosial diramaikan dengan pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jokowi-JK, Agum Gumelar soal penculikan aktivis pada 1998 lalu. Agum mengaku tahu dimana para aktivis itu dikubur usai dibunuh.

Agum awalnya menjelaskan mengenai struktur anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang menyidangkan kasus penculikan. DKP diisi oleh perwira TNI bintang tiga. Termasuk di dalamnya Agum Gumelar dan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

“Berjalanlah DKP, bekerjalah DKP, sebulan lebih memeriksa yang namanya Prabowo Subianto, periksa. Dari hasil pemeriksaan mendalam, ternyata didapat fakta bukti yang nyata bahwa dia melakukan pelanggaran HAM yang berat,” jelas Agum dalam video itu.

Agum yang juga mantan Danjen Kopassus itu melakukan pendekatan dengan mantan anak buahnya yang berdinas di Kopassus. Dari situ terungkap, dimana para aktivis 98 itu dibunuh.

“Tim Mawar yang melakukan penculikan itu, bekas anak buah saya semua dong. Saya juga pendekatan dari hati ke hati kepada mereka, di luar kerja DKP. Karena mereka bekas anak buah saya dong. Di sini lah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu betul,” ujar Agum. (merdeka/ags/data2)

Check Also

Pertemuan Jokowi-Prabowo Memberi Kesejukan Pasca Pilpres 2019

  JAKARTA – Momentum pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto pada Sabtu, 13 Juli 2019 pagi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: