_
Home / Warta / Mancanegara / Agen Rusia Divonis AS 18 Bulan Penjara, Putin Berang “Ini Sewenang-wenang”
foto: Mahasiswa asal Rusia Maria Butina mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi. (Press Service of Civic Chamber of the Russian Federation Handout via Reuters)

Agen Rusia Divonis AS 18 Bulan Penjara, Putin Berang “Ini Sewenang-wenang”

WASHINGTON,Waspada.co.id – Hakim federal Amerika Serikat (AS) menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada Maria Butina, agen Rusia yang dituduh menyusup dan ikut memengaruhi kebijakan AS terhadap Moskow. Butina sendiri telah mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi di pengadilan federal.

“Itu bukan kesalahpahaman sederhana oleh seorang pelajar asing yang terlalu bersemangat,” tegas Hakim Tanya Chutkan, dikutip dari CNN, Sabtu (27/4).

Chutkan mengatakan bahwa Butina, yang belajar di America University, Washington terlibat dalam pekerjaan atas nama pejabat Rusia yang dinilai “canggih” dan “berbahaya.”

“Tindakan itu canggih dan menembus jauh ke dalam organisasi politik,” kata Chutkan, berpihak pada rekomendasi hukuman pemerintah dan mencatat bahwa tindakan Butina terjadi ketika Rusia secara aktif berusaha ikut campur dalam proses demokrasi AS.

Butina berbicara selama lima menit di persidangan hari Jumat (27/4) waktu setempat. Suaranya terkadang pecah, saat dia menyatakan penyesalan atas kejahatannya dan meminta pengampunan.

“Aku sangat menyesali kejahatan ini.Saya datang ke AS bukan di bawah perintah tetapi dengan harapan membangun jembatan antara tanah air saya dan negara yang saya cintai,” ungkap dia.

Mahasiswa tersebut mengaku bersalah pada Desember atas tuduhan konspirasi untuk bertindak sebagai agen pejabat asing. Dia mengaku menggunakan kontaknya di lingkaran politik GOP, di National Rifle Association dan di National Prayer Breakfast untuk mempengaruhi hubungan AS dengan Rusia.

Menanggapi hal ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut penahanan agen Rusia, Maria Butina, di Amerika Serikat sebagai tindakan “sewenang-wenang.”

“Jelas ini sewenang-wenang. Saya tidak mengerti mengapa ia didakwa,” ujar Putin sebagaimana dikutip AFP, Sabtu (27/4). Menurut Putin, dakwaan itu dibuat-buat hanya agar Butina dapat dijebloskan ke penjara di AS.

“Tak ada yang bisa dituduhkan atasnya, tapi agar kasus ini terlihat tidak konyol, dia dihukum 18 bulan penjara,” ucap Putin.

Dengan keputusan pengadilan ini, Butina menjadi satu-satunya warga Rusia yang ditahan dan divonis dalam proses penyelidikan besar-besaran dugaan intervensi dalam pemerintahan AS.

Butina adalah warga negara Rusia pertama yang dihukum karena kejahatan yang berkaitan dengan Pemilu AS 2016. Ia dihukum meski menurut laporan Jaksa Robert Mueller menyebut upaya Butina menyusup ke lingkaran Partai Republik terpisah dari kampanye Pemilu Kremlin.

Wanita berusia 30 tahun yang konsen pada hak-hak senjata ini telah dipenjara sejak penangkapannya pada Juli dan akan menerima kredit sembilan bulan masa hukuman yang telah dijalaninya. Dia kemudian akan dideportasi ke Rusia setelah menjalani hukumannya.

Sementara, Pemimpin kelompok hak kepemilikan senjata Rusia mengatakan bahwa Butina menggunakan koneksinya dalam Asosiasi Senjata Nasional AS untuk membangun jaringan kuat di dalam Partai Republik. (cnn/data1)

Check Also

Dua Kapal Perang AS Lewati Wilayah Sengketa Laut China Selatan

Waspada.co.id – Dua kapal perang Amerika Serikat berlayar di radius 12 mil dari pulau yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: