Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Ada Aktor Lebih Besar di Korupsi e-KTP?
Penasihat hukum Setya Novanto, Firman Wijaya. (foto: Ist)
Penasihat hukum Setya Novanto, Firman Wijaya. (foto: Ist)

Ada Aktor Lebih Besar di Korupsi e-KTP?

JAKARTA, WOL – Tim penasihat hukum Setya Novanto alias Setnov yakin ada aktor yang lebih besar dari kliennya dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Novanto mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

“Ya (ada) nama besar. Saya tidak tahu yang dimaksud punya status sosial atau pengaruh tertentu, kita lihat saja nanti,” ujar penasihat hukum Setnov, Firman Wijaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Firman yakin proses persidangan akan mengungkap pemeran utama dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun. Apalagi jika permintaan Setnov menjadi JC dikabulkan.

Firman menegaskan peran Novanto tidak menentukan dalam bancakan e-KTP. Sebab, penganggaran, perencanaaannya proyek itu sudah dirancang jauh hari. “Dan itu ada lembaganya, ada instansinya. Kita lihat siapa inisiator proyek e-KTP ini,” kata dia.

Karena itu, meski Novanto disebut salah satu aktor utama dalam proyek yang dibancak senilai Rp 2,3 triliun ini, Firman tetap berkeyakinan ada pihak lain yang jauh lebih besar perannya.

“Jadi apa yang disebut dengan berpengaruh sebenarnya pada proses penganggaran. Siapa inisiator penganggaran, ini penting, di mana proyek ini diusulkan,” kata dia berteka-teki.

Penasihat Hukum Setya Novanto (Setnov) Firman Wijaya punya kekhawatiran bila kliennya menjadi justice collaborator (JC). Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP itu sudah mengajukan diri menjadi JC kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pilihan menjadi JC bukan pilihan mudah. Karena bisa menjadi sasaran tembak dan bulan-bulanan,” ujar Firman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Ia sudah mengingatkan Novanto kemungkinan terburuk itu. Firman mengaku tengah mempersiapkan segala sesuatunya agar tak terjadi hal yang tak diinginkan terjadi pada kliennya.

“Nah ini yang kami minta, protection cooperating person itu penting dirumuskan secara jelas. Apa model perlindungan yang bisa diberikan kepada Pak Nov kalau beliau jadi JC. Itu yang utama,” kata dia. (liputan6/ags)

Check Also

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

Kasus e-KTP, KPK Buka Peluang Panggil Bamsoet

JAKARTA, WOL – Meski menjabat Ketua DPR, nama Bambang Soesatyo (Bamsoet) rupanya tak cukup sakti ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.