_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Ada 7 Mata Uang yang Disita KPK Terkait Gratifikasi Gubernur Kepri
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Ada 7 Mata Uang yang Disita KPK Terkait Gratifikasi Gubernur Kepri

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ total menyita 7 mata uang yang terdiri dari Rupiah (Rp), Dolar Singapura (SGD), Dolar Singapura (USD), Ringgit Malaysia (RM), Riyal Arab Saudi (SAR), dolar Hongkong (HKD), serta Euro (EUR) terkait dugaan penerimaan gratifikasi Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun.

Adapun, rincian jumlah uang yang disita KPK Rp3.737.240.000,‎ 180.935 Dolar Singapura, 38.553 Dolar Amerika Serikat, 527 Ringgit Malaysia, 500 Riyal Saudi Arabia, 30 Dolar Hongkong, dan 5 Euro.

‎”Itu jumlah uang yang diduga gratifikasi dalam kasus Kepri yang telah disita KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Sebanyak 7 mata uang tersebut ditemukan di rumah dinas Gubernur Kepri saat dilakukan penggeledahan beberapa waktu ini. Saat ini, KPK sedang menelusuri sumber-sumber uang gratifikasi untuk Gubernur Nurdin Basirun tersebut.

“Diduga sumber-sumber uang itu adalah terkait dengan kewenangan Gubernur salah satunya tentang perizinan di lingkungan tersebut,” katanya.

KPK sendiri telah menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka penerima sejumlah gratifikasi.

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK). Ketiganya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan suap izin proyek reklamasi di Kepri.

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dolar Singapura dan Rp45 juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.

Check Also

KPK Periksa Intensif 11 Orang yang Kena OTT Terkait Impor Bawang Putih

  JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.