Home / Warta / Indonesia Hari Ini / 2 Jaksa Ditunjuk Periksa Berkas Tersangka Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Foto: Antara

2 Jaksa Ditunjuk Periksa Berkas Tersangka Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun

agregasi

 

MEDAN – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah menunjuk dua orang jaksa untuk meneliti berkas perkara empat tersangka yang sudah ditetapkan penyidik Kepolisian dalam kasus dugaan kelalaian yang menyebabkan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, di perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2018 lalu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sumanggar Siagian mengatakan, kedua jaksa itu adalah Edmond N Purba dan Belman Tindaon. Penunjukkan kedua jaksa ini dilakukan setelah pihak Kejaksaan menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) keempat tersangka oleh penyidik pada Senin 2 Juli 2018 kemarin.

“Iya semalam sudah kita terima SPDP-nya dan hari ini sudah kita tunjuk dua jaksa untuk meneliti berkas tersebut. Mudah-mudahan sebelum 14 hari kerja sudah ada hasilnya, apakah dilanjutkan atau kita kembalikan,”ujar Sumanggar, Selasa (3/7/2018).

Sementara itu terkait satu tersangka lain, yakni Nurdin Siahaan selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Sumanggar mengaku belum mengetahuinya.

“Untuk itu silahkan tanya ke penyidiknya dulu. Kita belum terima berkas SPDP-nya. Jadi saya belum tahu,”tukas Sumanggar.

Danau

Sumanggar menegaskan, untuk keempat tersangka yang berkasnya sudah diterima itu, rencananya akan dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana

“Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp1,5 miliar,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Polda Sumatera Utara telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan kelalaian dalam tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Tahap pertama ditetapkan sebanyak empat tersangka, yakni nakhoda kapal, Poltak Soritua Sagala; Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra; Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang; dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang. Mereka semua sudah ditahan di Mapolda Sumut.

Belakangan, penyidik Polda juga menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Nurdin Siahaan sebagai tersangka. Dia rencananya akan diperiksa penyidik dengan status tersangka pada pekan ini.

Danau

KM Sinar Bangun yang membawa hampir 200 penumpang, karam di perairan Danau Toba setelah dihantam ombak saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun. Insiden itu terjadi pada 18 Juni 2018 sore.

Setelah kapal karam, petugas gabungan dari Badan Pencarian dan Keselamatan Nasional (Basarnas), TNI, Polri dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung melakukan upaya pencarian. Pencarian pun berlangsung selama 16 hari dengan melibatkan sejumlah peralatan, termasuk robot dan kapal nelayan.

Hasilnya, polisi kapal berhasil ditemukan. Tim juga menemukan sebanyak 24 orang korban berhasil ditemukan. 21 diantaranya ditemukan dalam keadaan hidup, sementara 3 lainnya meninggal dunia. Sedangkan 164 korban lainnya masih hilang.

Operasi pencarian para korban kini sudah dihentikan. Untuk mengenang para korban, Pemerintah Kabupaten Simalungun membangun monumen di Pelabuhan Tigaras dan memasang tanda di lokasi tenggelamnya kapal.

Para korban juga diberikan santunan sesuai dengan ketentuan pemerintah. Baik untuk korban meninggal dunia, korban hilang maupun yang mengalami luka-luka.

Check Also

Ini Kronologi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

JAKARTA, Waspada.co.id – Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI M Syaugi merinci kronologi jatuhnya pesawat Lion ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: