Home / Fokus Redaksi / 17 Tahun 9/11: Ini Perkembangan Islam & Perubahan Penting di Amerika
Tragedi 9 September 2011 (dok. AP Photo)

17 Tahun 9/11: Ini Perkembangan Islam & Perubahan Penting di Amerika

Namun, terungkap bahwa mereka bisa ikut sekolah penerbangan dan bisa ‘beraktivitas bebas’ menyiapkan aksinya, karena menggunakan sejumlah Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kartu identitas.

“19 Teroris yang terlibat pada Serangan 11 September, total memiliki 63 SIM atau kartu identitas,” ungkap Direktur Laboratorium Keamanan Internet Carnegie Mellon, Robert Thibadeau, pada 2002 lalu.

Proses pengurusan Real ID di Negara Bagian Washington.
Proses pengurusan Real ID di Negara Bagian Washington. (AP)

Memperbaiki hal itu, Kongres Amerika pun pada tahun 2005 lalu mengesahkan Undang-undang Real ID Act. Undang-undang ini memperketat persyaratan kepemilikan SIM dan kartu identitas negara bagian, yang dipergunakan sebagai “tanda pengenal federal” untuk bisa masuk ke pesawat, gedung federal dan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Identitas yang dimutakhirkan ini diharapkan bisa menjamin bahwa si pemegang kartu identitas adalah pemilik sebenarnya. Kartu ini menggunakan teknologi anti pemalsuan, misalnya menggunakan hologram yang disebut tidak bisa dipalsukan.

Tempat pembuatan SIM di Negara Bagian Washington.
Tempat pembuatan SIM di Negara Bagian Washington. (AP)

Hingga saat ini baru sekitar 28 Negara Bagian, di antaranya Texas, Ohio dan Florida yang telah penuh menerapkan Real ID. Dan mulai Oktober 2020 mendatang, seluruh warga Amerika yang akan terbang secara lokal di negaranya, harus menyerahkan SIM atau kartu identitas yang sudah memenuhi kualifikasi Real ID ini, agar bisa masuk ke pesawat.

Jika tidak punya, warga Amerika bisa menggunakan paspor (jenis identitas yang dinilai aman dan sulit dipalsukan), meskipun untuk penerbangan lokal.

Perkembangan ‘Pesat’ Islam
Tidak ada data resmi dari pemerintah Amerika terkait jumlah pemeluk agama Islam, karena dalam sensus kependudukan, agama tidak boleh dipertanyakan. Namun, berdasarkan hasil survei lembaga riset nonprofit yang berbasis di Washington, D.C., Pew Research Center, jumlah pemeluk Islam di Amerika disebut “terus meningkat” sejak peristiwa 11 September.

Jika pada 2007 jumlahnya mencapai 2,35 juta jiwa, di 2011 jumlah pemeluk Islam adalah 2,75 juta orang. Angka ini terus naik menjadi 3,45 juta orang pada 2017.

Warga muslim di Texas.
Warga muslim di Texas. (Reuters)

Lewat situs resmi Pew Research Center, peneliti Besheer Mohamed, mengakui bahwa jumlah pemeluk agama Islam memang hanya sekitar 1,1% dari total populasi Amerika. Jumlahnya juga lebih kecil dari pemeluk Yahudi, yaitu sekitar 2%.

“(Meski begitu), proyeksi kami, jumlah Muslim akan naik pesat dibandingkan populasi Yahudi. Tahun 2040 jumlah pemeluk Islam akan menggantikan Yahudi sebagai agama terbesar kedua yang paling banyak dipeluk setelah Kristen,” tutur Besheer.

Warga muslim di Texas sedang melaksanakan ibadah.
Warga muslim di Texas sedang melaksanakan ibadah. (Reuters)

Pew menjelaskan salah satu alasan meningkatnya jumlah orang muslim di Amerika, karena perempuan muslim cenderung punya lebih banyak anak dibandingkan yang bukan. Setiap perempuan muslim rata-rata punya 3,1 anak, dibandingkan 2,3 anak untuk perempuan yang beragama buka Islam. Peningkatan jumlah warga muslim ini sejalan dengan salah satu jurnal ilmiah yang dipublikasi International Journal of Environmental Science and Development.

Warga muslim di Kota New York.
Warga muslim di Kota New York. (Reuters)

Dalam jurnal berjudul “Muslim Population in the Americas: 1950 –2020” yang ditulis Houssain Kettani itu, jumlah pemeluk Islam di Amerika pada tahun 2000 disebut sekitar 5 juta jiwa, naik menjadi 7 juta pada 2010 dan diprediksi menyentuh angka 8 juta orang pada 2020. Namun, proyeksi itu tentu dipertanyakan setelah pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump, menerapkan larangan berkunjung ke Amerika dari sejumlah negara dengan penduduk mayoritas muslim: Suriah, Iran, Yaman dan Libia.

Apalagi berdasarkan riset Pew, jumlah kekerasan terhadap warga Muslim di Amerika terus meningkat, bahkan dibandingkan setelah Peristiwa 11 September. Jika pada 2001 ada 93 laporan kekerasan terhadap warga Muslim, tahun 2016 jumlahnya naik menjadi 127 laporan. (voa)

Check Also

Momen Penyiksaan Jurnalis Saudi Disebut Terekam di Apple Watch

ANKARA, Waspada.co.id – Surat kabar Turki pada Sabtu (13/10) menulis bahwa wartawan Arab Saudi dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: