_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / 14 Pabrik Pupuk Urea Sudah Berusia Uzur
Antara

14 Pabrik Pupuk Urea Sudah Berusia Uzur

JAKARTA, WOL –  Ketua Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) Arifin Tasrif mengatakan, dari 14 pabrik urea, 7 pabrik sudah berusia diatas 30 tahun sehingga butuh peremajaan untuk efisiensi dan menjadi kendala dalam industri pupuk Indonesia.

Hal tersebut  diutarakannya ketika bertandang ke Istana Negara  dan diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Kamis (15/10).

“Teknolgi yang lama konsumsi energinya boros sehingga kehandalannya berkurang, kami sudah secara berangsur-angsur melakukan perbaikan teknologi untuk meningkatkan produksi,” jelas Arifin.

Ia menyebutkan, pada tahun 2015, produksi pupuk mencapai 12 juta ton, dan diharapkan 2019 bisa mencapai 19 juta ton.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan pabrik Kaltim Lima dengan kapasitas produksi 1 juta ton. Dan kuartal pertama diharapkan pabrik Pusri 2 dengan kapasitas produksi yang sama bisa meningkat. Di Gresik pada tahun 2017, akan membangun satu pabrik lagi di Jawa Timur dengan sumber alam gas Cepu, karena keberadaan pabrik baru di Pulau Jawa akan mengurangi biaya transportasi dari kalimantan dan Sumatera ke Pulau Jawa yang mencapai Rp 50 miliar,” terang Arifin.

Kedepannya, lanjut Arifin, APPI setuju untuk  melakukan konversi dari gas ke batu bara. Saat ini, lanjut Arifin, pabrik pupuk mulai melakukan orientasi untuk melakukan penggantian sumber bahan bakarnya.

“Selain itu kami juga melaporkan tentang tol pipa gas, pemasangan pipa gas bisa meringaknan beban biaya produksi yang cukup dirasakan tinggi oleh para investor industri pupuk,” tambah Arifin.

Menurut Arifin, jenis pupuk yang bukan hanya urea yang berbahan baku nitrogen tapi juga pospat, kalium dan sulfur. Untuk pospat akan dilakukan join denga n pihak asing yang memiliki sumber daya alam yang dibutuhkan dan mampu menyediakan di sini.

适适

Untuk kalium, akan dikelola oleh perusahaan besar, sehingga asosiasi hanya melakukan fasilitasi agar tetap bisa produksi di Indonesia. “Pihak asosiasi juga mengharapkan agar smelter  pabrik di Gresik dapat segera online, karena menghasilkan bahan baku pupuk kompon,” pungkasnya.(hls/data1)

Check Also

Hak Penyandang Disabilitas Belum Terpenuhi, DPRD Medan Bakal Buat Perda

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumut, Muhamad Yusuf, menyebut Pemko Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.