Home / Warta / Mancanegara / 11 Tewas dalam Penembakan di Sinagoge, Trump: Pelaku Anti-Semit
Foto: penembakan Sinagoge di Pittsburgh (ABC15 Arizona)

11 Tewas dalam Penembakan di Sinagoge, Trump: Pelaku Anti-Semit

PITTSBURGH, Waspada.co.id – Data otoritas keamanan menyatakan korban tewas dalam penembakan di sinagoge di Pittsburgh, Amerika Serikat menjadi 11 orang.

Direktur Keamanan Publik Kota Pittsburgh, Negara Bagian Pennsylvania, Wendell Hissrich mengatakan enam orang yang terluka dalam insiden itu, empat di antaranya adalah petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian. Namun dari korban tewas maupun luka tidak terdapat anak-anak.

Polisi telah mengidentifikasi tersangka penembak di sinagoge, yaitu Robert Bowers. Dia mengeluarkan pernyataan anti-Yahudi saat melepaskan tembakan.

Dilansir dari CNN, polisi federal menjelaskan unggahan di media sosial yang menargetkan kelompok Yahudi dan diduga milik Bowers sedang menjadi fokus investigasi.

“Insiden ini biasanya terjadi di kota-kota lain. Namun hari ini mimpi buruk itu datang ke Pittsburgh,” kata Hissrich.

Tersangka mengalami luka tembak dalam peristiwa itu, tetapi dalam kondisi tidak mengkhawatirkan.

Bob Jones, agen khusus FBI yang menangani kasus ini mengatakan pihaknya mengamankan sebuah senapan dan tiga pistol di lokasi kejadian.

Jaksa Agung Jeff Session mengatakan dalam pernyataan resminya bahwa Departemen kehakiman akan mendakwa tersangka dengan kejahatan kebencian dan pasal kriminal lainnya yang bisa mengarah pada tuntutan hukuman mati.

Penembakan di sinagoge di Pittsburgh terjadi pada Sabtu pagi saat sinagoge sedang membuka layanan kepada jemaatnya.

Sinagoge itu terletak di sebuah lingkungan Yahudi yang bersejarah di Squirrel Hill. Dalam laman resminya, sinagoge bernama Pohon Kehidupan itu menyatakan melayani jemaat Yahudi konservatif.

Sementara, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan aksi penembakan di sebuah sinagoge di Pittsburgh sebagai tindakan anti-Semit atau anti-Yahudi.

“Ini merupakan aksi antisemit. Kita mungkin tidak terpikir hal ini akan terjadi di zaman ini. Tapi tampaknya kita tidak belajar dari masa lalu,” kata Trump saat berpidato di Indianapolis.

“Anti-Semitisme dan meluasnya persekusi terhadap Yahudi merupakan ciri paling buruk dan gelap dalam sejarah umat manusia. Racun kebencian dalam anti-Semitisme harus dikutuk dan dilawan dimana pun dan kapan pun hal itu muncul. Tak ada toleransi terhadap anti-Semitisme di Amerika atau bentuk apapun dari kebencian dan prasangka terhadap agama dan ras,” kata Trump melanjutkan.

Trump juga menyerukan untuk mengakhiri perpecahan di Amerika sambil menyatakan bahwa mengakhiri perpecahan itu bukan berarti dirinya dan orang lain tak bisa berjuang dan mengatakan apa yang ada di pikirannya.

“Hari ini dalam satu suara kita mengutuk kejahatan bersejarah anti-Semitisme dan setiap bentuk kejahatan yang ada. Dan, sayangnya, kejahatan ada dalam banyak bentuknya,” ujar Trump.

“Kita harus bangkit menghadapi kebencian, menyudahi perpecahan dan kembali pada takdir kita sebagai orang Amerika. Dan ini bukan berarti kita tidak bisa berjuang dan menjadi kuat dan mengatakan apa yang ada di pikiran. Tapi kita harus selalu mengingat elemen-elemen itu, kita harus mengingat elemen cinta dan martabat, dan rasa hormat dan hal lainnya.” (cnn/data2)

Check Also

Apa Misi Lawatan Menantu Trump ke Lima Negara Arab?

WASHINGTON, Waspada.co.id  — Para pejabat pemerintahan Trump mengatakan, Kamis (7/2), penasihat senior Gedung Putih yang juga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: