Home Blog

Pandemi Covid-19, Cuti Bersama 2020 Digeser

Ilustrasi (ist)

JAKARTA, Waspada.co.id – Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan perubahan cuti bersama Idulfitri yang semula Mei menjadi akhir tahun 2020.

Pergeseran itu dilakukan agar masyarakat tak mudik bulan depan akibat pembatasan sosial yang sedang digalakkan demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Penetapan ini tertuang dalam revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

“Sehubungan dengan pergeseran cuti bersama tahun 2020, perlu menetapkan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020,” seperti dikutip dari SKB 3 Menteri yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (10/4).

Isi SKB itu menjelaskan bahwa cuti bersama Idul Fitri yang semula 26-29 Mei 2020 digeser menjadi 28-31 Desember 2020. Meski demikian, perayaan hari raya Idul Fitri tetap digelar pada 24-25 Mei 2020.

Sementara tambahan cuti lain juga diberikan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober 2020.

Keputusan ini diteken Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo pada 9 April 2020.

Berikut rincian libur nasional dan cuti bersama 2020:

Libur nasional
1 Januari: Tahun Baru 2020 Masehi
25 Januari: Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
22 Maret: Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
25 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942
10 April: Wafat Isa Al Masih
1 Mei: Hari Buruh Internasional
7 Mei: Hari Raya Waisak 2564
21 Mei: Kenaikan Isa Al Masih
24-25 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah
1 Juni: Hari Lahir Pancasila
31 Juli: Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah
17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI
20 Agustus: Tahun Baru Islam 1442 Hijriah
29 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW
25 Desember: Hari Raya Natal

Cuti bersama
21 Agustus: Tahun Baru Islam 1442 Hijriah
28 dan 30 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW
24 Desember: Hari Raya Natal
28, 29, 30, dan 31 Desember: Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Sebelumnya, kemarin, Menko PMK menyatakan pemerintah terpaksa menggeser itu demi menekan penyebaran virus corona ke daerah karena mudik Lebaran.

Diketahui pemerintah telah melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan mudik terkait pandemi tersebut. Selain itu, di daerah pun para pemerintah setempat telah meminta kepada warganya di perantauan untuk tak mudik. Salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pria yang karib disapa Emil itu mengaku andai perantau nekat pulang kampung, bukan tak mungkin penyebaran virus corona makin meluas.

“Kemungkinan besar akan bertambah bila tetap memaksakan mudik,” kata Ridwan kepada ketua MUI kabupaten/kota se-Jabar dan Ketua MUI Jabar melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (9/4).

Emil ini mencontohkan beberapa kasus penularan Covid-19 akibat mudik di sejumlah daerah di Jabar, seperti salah seorang anggota keluarga di Ciamis tertular virus corona dari anaknya yang baru tiba dari Jakarta.

“Maka sayangilah keluarga di kampung halaman,” ujarnya. (cnnindonesia/ags/data2)

PAN Dukung Pasal Soal Pejabat Tak Bisa Dipidana Kelola Rp405 T

Saleh Partaonan Daulay. (foto: Ist)

JAKARTA, Waspada.co.id – Fraksi PAN masih mengkaji dan mendalami pasal 27 Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virusdisease 2019 (Covid-19). Pasal 27 tersebut mendapat penolakan karena dianggap memberikan kekebalan hukum terhadap pengambil kebijakan keuangan jika salah mengelola uang Rp405,1 triliun untuk penanganan corona.

“Terkait pasal 27, PAN sejauh ini masih melakukan pendalaman dan pengkajian terhadap pasal tersebut. Dan tentu kami menampung masukan dari kelompok masyarakat agar pandangan kami bisa komperhensif,” kata Saleh kepada wartawan, Jumat (10/4).

Saleh mengatakan, PAN akan mengkaji termasuk dugaan yang muncul terhadap pasal tersebut. PAN akan menyampaikan pandangan resminya saat Perppu itu dibahas di DPR.

“Pada saat pembicaraan dan pembahasan mengenai Perppu ini kami akan menyampaikan sikap resmi partai,” kata Saleh.

PAN akan memastikan, keputusan yang diambil pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Saleh berharap pemerintah dalam menjalankan kebijakan tidak ada penyalahgunaan kewenangan.

“Tidak ada kebijakan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku, tidak ada penyalahgunaan kewenangan. Kita harap nanti tugas-tugas itu bisa dilakukan. Itu nanti jadi catatan primer kami di dalam membahas Perppu Nomor 1 khususnya pasal 27,” kata Saleh.

Selain itu, Saleh mendukung adanya gugatan masyarakat terhadap pasal 27 tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Dia berharap ada keputusan yang bisa memberikan jalan terbaik bagi semua pihak.

Secara umum, PAN setuju dengan dikeluarkannya Perppu corona tersebut. Karena situasi dan kondisi keuangan negara tidak normal. Perppu itu diharapkan menjadi solusi bagi pemerintah untuk menyelesaikan perkonomian di tengah wabah. PAN menyoroti pelebaran defisit yang menyentuh 5,07 persen.

“Tentu pelebaran defisit itu kami sarankan dari PAN untuk dipakai pada situasi yang paling sulit artinya situasi di mana tidak ada jalan lain lagi dan itu adalah jalan terakhir yaitu dengan mengeluarkan atau menambah kelebaran defisit sampai di atas 3 persen,” kata Saleh.

Berikut bunyi Pasal 27:

(1) Biaya yang telah dikeluarkan Pemerintah dan/atau lembaga anggota KSSK dalam rangka pelaksanaan kebijakan pendapatan negara termasuk kebijakan di bidang perpajakan, kebijakan belanja negara termasuk kebijakan di bidang keuangan daerah, kebijakan pembiayaan, kebijakan stabilitas sistem keuangan, dan program pemulihan ekonomi nasional, merupakan bagian dari biaya ekonomi untuk penyelamatan perekonomian dari krisis dan bukan merupakankerugian negara.

(2) Anggota KSSK, Sekretaris KSSK, anggota sekretariat KSSK, dan pejabat atau pegawai Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan, dan pejabat lainnya, yang berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini, tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana jika dalam melaksanakan tugas didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Segala tindakan termasuk keputusan yang diambil berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini bukan merupakan objek gugatan yang dapat diajukan kepada peradilan tata usaha negara. (merdeka/ags/data2)

Update Corona di Indonesia 10 April: 3.512 Positif, 306 Meninggal, 282 Sembuh

Ilustrasi WOL

JAKARTA, Waspada.co.id – Jumlah pasien yang dinyatakan positif Virus Corona (Covid-19) di Indonesia per Jumat 10 April 2020 secara kumulatif mencapai 3.512 orang. Dari jumlah itu, 306 orang meninggal dunia dan 282 pasien dinyatakan sembuh.

Juru Bicara pemerintah khusus penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan terjadi penambahan 219 kasus positif dibandingkan hari sebelumnya. “Terjadi penambahan 219 kasus baru. Ini adalah diperkirakan infeksinya di 5-6 hari lalu,” kata Yuri saat konferensi pers yang disiarkan langsung dari Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (10/4).

Untuk pasien meninggal, kata Yuri, terjadi penambahan 26 orang dibandingkan kemarin. “Kemudian 26 kasus pasien meninggal, sehingga totalnya 306 orang,” imbuh dia.

Sementara, jumlah pasien yang sembuh bertambah 30 orang dari hari sebelumnya. “Terdapat 30 pasien sudah sembuh, sehingga totalnya menjadi 282,” tutup Yuri.

Sebelumnya, per 9 April 2020, pasien positif Covid-19 di Indonesia secara kumulatif mencapai 3.293 orang. Dari jumlah itu, 280 orang meninggal dunia dan 252 pasien dinyatakan sembuh. Data itu dikumpulkan selama lebih dari sebulan setelah pasien pertama terinfeksi diumumkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret lalu. Untuk mendata kemungkinan penyebaran infeksi, pemerintah pun memperluas upaya melakukan tes cepat (rapid test) dan laboratorium yang mengetes spesimen.

Selain itu, Jokowi telah memutuskan untuk memilih kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menangani penyebaran Virus Corona. DKI Jakarta wilayah pertama yang akan menerapkan PSBB pada Jumat (10/4). (cnnindonesia/ags/data2)

Revisi Libur & Cuti Bersama, Pemerintah Imbau Masyarakat Tidak Mudik

Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: ist)
agregasi

JAKARTA – Pemerintah melakukan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama 2020. Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

Keputusan revisi hari libur nasional dan cuti bersama itu diambil dalam rapat koordinasi tingkat menteri (RTM) yang dipimpin Menko PMK Muhadjir Effendy, Kamis 9 April 2020.

RTM dilakukan melalui video conference dan diikuti oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menag Fachrul Razi, Menparekraf Wisnutama, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, Kapolri Idham Aziz dan perwakilan K/L terkait lainnya.

“Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020,” ucap Muhadjir dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2020).

Perubahan hari libur dan cuti bersama 2020 ini mengubah Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020 dan Nomor 01 Tahun 2020.

Muhadjir menuturkan, perubahan hari libur nasional dan cuti bersama ini dituangkan kembali dalam Revisi SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020 dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Muhadjir meminta masyarakat senantiasa taat terhadap ketentuan sebagaimana diatur dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia juga meminta masyarakat tidak mudik dan piknik dalam kondisi seperti ini.

“Mari kita terapkan protokol kesehatan untuk melawan Covid-19” imbuhnya.

Berdasarkan kesepakatan rapat, beberapa perubahan cuti bersama adalah sebagai berikut:

– Libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020.

– Tambahan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28 Oktober 2020.

– Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020.

“Pergeseran cuti bersama di akhir tahun dilakukan dengan pertimbangan bahwa Covid-19 Insya Allah telah tertangani dengan baik. Selain itu akhir tahun anak-anak libur sekolah. Keluarga juga punya waktu cukup untuk merencanakan liburannya,” tutup Muhadjir.

RS Martha Friska dan RS GL Tobing Sudah Beroperasi Optimal

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, Waspada.co.id – Rumah Sakit (RS) Martha Friska Multatuli dan RS GL Tobing sudah beroperasi optimal sebagai rujukan menangani virus Corona (Covid-19). Kedua rumah sakit tersebut ditujukan untuk penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Hal tersebut disampaikan Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dr Restuti Hidayani Saragih, saat memberi keterangan pers, Jumat (10/4).

Di RS Martha Friska Multatuli, sudah ada 10 pasien yang dirawat. Sementara itu, pasien di RS GL Tobing Tanjungmorawa berjumlah 36 orang. Bahkan sudah ada dua pasien yang pulang dari RS GL Tobing.

Restuti menyampaikan pasien yang ada di RS GL Tobing secara umum sudah beradaptasi dengan kondisi rumah sakit yang sejak awal dikhususkan untuk PDP ringan hingga sedang.

“Sudah nyaman dan mereka rutin berolahraga. Mereka diizinkan menghirup udara segar, tentu mengedepankan perlindungan mereka dengan memakai masker dan physical distancing. Para pasien juga rutin olahraga bersama,” kata Restuti.

“Rujukan ke rumah sakit darurat harus didahului dengan konfirmasi melalui telepon atau hotline ke RS Martha Friska Multatuli yang wajib dilakukan oleh dokter penanggung jawab pelayanan pasien rumah sakit rujukan asal ke tim jaga di rumah sakit darurat,” kata Restuti.

Disampaikan, Sumut akan mengolah spesimen swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) di salah satu rumah sakit atau sentra laboratorium di Provinsi Sumut. Dalam waktu tidak lama, diagnosis akhir secara mandiri akan bisa dilakukan di Sumut.

Saat ini, hasil swab harus dibawa ke Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, sehingga hasilnya sering terlambat. Diharapkan pihaknya akan memangkas waktu untuk datangnya swab PCR sebagai hasil final diagnosis.

Restuti juga berharap masyarakat dapat memberikan penghormatan sebesar-besarnya bagi garda terdepan penanganan Covid-19. Ia meminta agar tidak ada lagi pengucilan kepada tenaga medis yang berjuang menangani Covid-19.

“Kalau di Tiongkok mereka disambut sebagai pahlawan dengan penghargaan tinggi sepenuhnya dengan bungkukan masyarakat. Mungkin kami tidak butuh itu, tapi mohon perlakukan kami sebagai pejuang yang memperjuangkan hidup warga di Sumut,” kata Restuti.(wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

120 TKI Gelombang III Asal Malaysia Jalani Karantina di Lanud Soewondo

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, Waspada.co.id – Sebanyak 120 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatera Utara gelombang III dari Malaysia kembali tiba di Lanud Soewondo, Jumat (10/4).

Setibanya di Lanud Soewondo, para TKI itu langsung menjalani karantina selama 14 hari. Terlihat, satu per satu TKI bersama barang bawaannya disemprotkan desinfektan.

Diketahui, penyemprotan desinfektan yang dilakukan untuk mencegah penularan Virus Corona atau Covid-19.

“Hari ini sesuai dengan koordinasi Pemprov dengan TNI Lanud Soewondo, kita menerima kembali kedatangan sebanyak 120 TKI penerbangan ke tiga dari Malaysia,” kata Danlanud Soewondo, Kol Pnb Meka Yudanto.

“Semalam juga 134 TKI tiba dari Malaysia sudah menjalani karantina di sini,” sambungnya.

Diberikan sebelumnya, sebanyak 524 TKI dipulangkan dari Malasysia dengan 4 kali gelombang penerbangan. Para TKI ini setelah tiba di Sumut akan menjalani karantina di Kota Medan dan Deliserdang. (wol/lvz/data2)

Editor: Agus Utama

Polres Belawan Ringkus Pengedar Sabu Sei Mati

WOL Photo

BELAWAN, Waspada.co.id – Seorang pengedar sabu yang kerap memasarkan narkoba di Jalan Jermal Raya, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, diringkus Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Kamis (9/4) kemarin.

Tersangka yang diamankan adalah Ikhwandi alias Wandi (24). Dari tangan pria yang menetap di Kecamatan Medan Labuhan ini, polisi menyita barang bukti 22 plastik berisi sabu dengan berat 26,78 gram dan uang Rp8 juta serta handphone.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan, mengatakan penangkapan pengedar sabu tersebut berkat informasi yang diterima dari masyarakat. Petugas langsung melakukan penyelidikan di lapangan dan mendapati tersangka sedang duduk di teras rumahnya.

“Saat digerebek, tersangka sempat kabur. Tapi, petugas di lapangan berhasil menangkapnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah sabu dari selipan pinggangnya,” terang Dayan Jumat (10/4).

Dari hasil interograsi, tersangka mengaku barang haram itu diperolehnya dari temannya UB, namun tersangka tidak mengetahui tempat tinggal temannya tersebut.

“Awalnya kita mau melakukan pengembangan, namun tersangka tidak tahu alamat tinggal si UB. Kita sudah menetapkan UB sebagai DPO, untuk tersangka sudah kita amankan dan kasusnya akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” ungkap Dayan. (wol/ril/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Di Tengah Pandemi, Swiss Belinn Tawarkan Comfort Distancing

foto: istimewa

JAKARTA, Waspada.co.id – Di tengah pandemi Covid-19, PT Saka Mitra Sejati (SMS), salah satu anak usaha PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (Kode Saham Bloomberg: IKAI IJ) terus menunjukkan upaya yang berkelanjutan untuk berjuang melalui pandemi.

Saat ini perusahaan, melalui salah satu jaringan hotel mereka, Hotel Swiss-Belinn Gajahmada-Medan merilis paket khusus bagi mereka yang membutuhkan fasilitas isolasi diri. Paket khusus ini akan menyediakan comfort distancing bagi mereka yang membutuhkan ketenangan dan keamanan di tengah pandemi.

Saat ini terdapat beberapa hotel di Medan yang ditutup sementara akibat dampak dari situasi pandemi ini. Namun ditengah kondisi seperti ini, perusahaan melihat adanya peluang untuk mempertahankan laba dan operasional bisnis yaitu dengan menawarkan paket khusus. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif potensi bisnis untuk dapat beradaptasi di tengah periode yang menantang.

Selain itu, dengan adanya penawaran khusus ini, perusahaan secara tidak langsung membantu pemerintah mendorong self distancing.

Dengan perencanaan yang matang, perusahaan telah menyiapkan sejumlah kamar yang diperuntukkan khusus bagi mereka yang masih dalam kondisi sehat namun masih disarankan untuk menjaga jarak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk memastikan keselamatan semua anggota staf, perusahaan akan mengikuti semua panduan isolasi diri yang diberlakukan oleh Departemen Kesehatan.

“Kami akan menerapkan prosedur-prosedur operasional tertentu untuk menghindari risiko-risiko yang muncul. Secara keseluruhan kesehatan dan keselamatan staf hotel dan tamu kami akan tetap menjadi prioritas tertinggi kami.” kata Ahmad Sayuki Anas selaku Direktur Utama dari PT Saka Mitra Sejati.

Lebih lanjut, perusahaan telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara untuk memberikan pelatihan kepada staf hotel dengan seperangkat protokol yang sesuai sebagai bentuk upaya pencegahan dan peningkatan perlindungan keselamatan. Dalam hal ini staf hotel akan memberikan bantuan dalam mengatur transfer medis ke rumah sakit mitra apabila untuk tamu apabila diperlukan.

Penawaran spesial ini akan dimulai dari 6 April 2020 hingga 29 Mei 2020, dengan harga mulai dari Rp590.000,- per malam dengan full board meal. Perusahaan akan memberikan kenyamanan dalam lingkungan yang aman karena makanan akan disajikan di dalam ruangan dan semua fasilitas publik akan ditutup untuk meminimalisir kontak. Paket ini hanya tersedia bagi mereka yang telah diuji negatif tetapi masih disarankan untuk melakukan isolasi sendiri dan surat resmi dari rumah sakit akan diperlukan.

“Kami mengakui bahwa situasi ini telah membawa tekanan pada bisnis perhotelan khususnya di Medan. Namun, kami akan terus mencari alternatif-alternatif peluang bisnis untuk melewati tantangan ini dan mengubah situasi ini menjadi peluang yang dapat membantu kami mempertahankan bisnis kami seperti biasa,”tandasnya.(wol/rls/data2)

Pesan Jokowi Bagi Warga Hadapi Pandemi Corona

foto: Antara

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan 290 negara di dunia termasuk Indonesia tengah menghadapi tantangan wabah virus Corona (Covid-19). Wabah itu tak hanya membawa kesedihan, tapi juga menimbulkan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.

“Masa yang berat bagi kehidupan kita, bahkan pandemi Corona ini telah membawa kesedihan bagi sebagian orang dan kesulitan bagi banyak orang. Kita semua mengalami perubahan besar dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Jokowi, Jumat (10/4) pagi.

Jokowi menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga medis yang selama ini berada di garis depan menangani pasien Corona. Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan para relawan yang selama ini tetap menjalankan tugasnya di luar rumah.

“Atas nama masyarakat dan negara saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena apa yang bapak, ibu, dan saudara-saudara lakukan merupakan pengorbanan yang luar biasa,” katanya.

Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan terima kasih pada warga yang selama ini tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran Corona. Menurutnya, warga yang memilih tinggal di rumah telah menyelamatkan banyak keluarga dari bahaya virus tersebut.

“Mari kita terus bersama-sama menangani pandemi ini, bergotong royong, bersatu padu karena hanya dengan cara kebersamaan ini kita akan dapat mengatasinya,” ucapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan bahwa Indonesia tak sendiri menghadapi wabah Corona. Ia meminta agar warga tetap sabar dan optimis serta mematuhi berbagai anjuran pemerintah, seperti tetap disiplin di rumah, menjaga jarak berinteraksi dengan orang lain, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, dan memakai masker di luar rumah.

“Ketika kedisiplinan kuat itu kita lakukan, Insya Allah kita akan kembali pada situasi dan kondisi normal dan dapat bertemu saudara, teman, kerabat dan tetangga dalam situasi yang normal, tapi untuk saat ini marilah kita tetap berada di rumah saja,” ucapnya. (wol/aa/cnnindo/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Pemprovsu Bagikan Sembako Untuk Wartawan

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memberikan bantuan paket sembako kepada Forum Wartawan Kantor Gubernur sebagai bentuk perhatian Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah kepada para wartawan.

Sembako diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina didampingi Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Pemprovsu Arsyad Lubis, Kepala Dinas PMD Aspan Sofian, dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Hendra Dermawan di Posko Utama Gugus Tugas, Jalan Sudirman Medan, Kamis (9/4).

Setiap paketnya berisi beras, gula putih, mi instan, dan roti. Sekdaprovsu berharap bantuan ini bisa meringankan beban wartawan di tengah penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Sekarang masa-masa yang sulit secara ekonomi, semua lapisan masyarakat merasakan dampaknya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban itu,” kata Sabrina.

Luasnya penyebaran Covid-19 memberikan dampak yang besar untuk perekonomian, bukan hanya Sumut tetapi juga dunia. Aktivitas manusia yang menurun demi menekan penyebaran Covid-19 memberi dampak signifikan pada perekonomian dan sosial.

“Seluruh dunia merasakan dampaknya, bukan kita saja. Mudah-mudahan kita bisa melewati ini bersama-sama dengan cepat dan baik,” tambah Sabrina.

“Wartawan memiliki peran strategis dalam menghambat penyebaran Covid-19 dalam menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat. Melalui wartawan, kita edukasi masyarakat terkait Covid-19, sehingga tahu yang harus dan tidak boleh dilakukan,” ujar Sabrina lagi.

Perwakilan Forum Wartawan Kantor Gubernur yang juga Wakil Ketua Roland Tambunan dan Bendahara Erris Napitupulu mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemprovsu atas bantuan yang diberikan.(wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

error: Content is protected !!