Home / Setya Novanto Prihatin Cagub Malut Asal Golkar Jadi Tersangka KPK
Setya Novanto

Setya Novanto Prihatin Cagub Malut Asal Golkar Jadi Tersangka KPK

agregasi
agregasi

 

AKA‎RTA – Terdakwa perkara dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov), mengaku prihatin calon gubernur (cagub) Maluku Utara (Malut) asal Golkar, Ahmad Hidayat Mus, ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya cukup prihatin ya dengan saudara Ahmad Mus menjadi tersangka,” kata Setnov sebelum menjalani sidang perkara dugaan korupsi proyek e-KTP sebagai terdakwa, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018).

Menurut Setnov, Ahmad Hidayat Mus dikenal dengan sosok kader Golkar yang memiliki loyalitas cukup tinggi. Oleh karena itu, Golkar memilih Ahmad Hidayat Mus sebagai calon gubernur untuk Malut.

“Untuk itu saya prihatin sekali pas beliau ditersangkakan lagi naik-naiknya. Saya lihat juga sudah mendekati pemilihan itu ada masalah,” terangnya.

Namun, Setnov agar Ahmad Hidayat Mus tetap menghormati proses hukum yang ada di KPK. Sebab, diyakini Setnov, KPK sudah mempunyai kecukupan bukti untuk menetapkan Hidayat Mus jadi tersangka.

“Tentu KPK sudah punya bukti-bukti atau hal-hal yang memang sudah didapati sehingga terjadi itu (penetapan tersangka). Tentu kita harapkan, kita percayakan masalah supremasi hukum yang dilakukan KPK,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, KPK resmi menetapkan mantan Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus sebagai tersangka. Calon Gubernur (Cagub) Maluku Utara itu diduga terlibat dalam kasus korupsi terkait pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong tahun anggaran 2009.

Tak hanya Hidayat Mus, KPK juga menetapkan satu tersangka lainnya, yaitu mantan Ketua DPRD Kabupaten Sula, Zainal Mus. Keduanya diduga dengan sengaja secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan‎ negara.

Atas perbuatan Hidayat Mus dan Zainal Mus yang telah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong tahun anggaran 2009, negara mengalami kerugian sebesar Rp3,4 miliar.

Dua orang tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 6 ayat (1) KUHP.

Check Also

Bus Masuk Jurang, 18 Orang Dievakuasi dan 6 Orang Dikabarkan Tewas

TOBASA, Waspada.co.id – Bus yang membawa rombongan dalam perjalanan menghadiri pesta pernikahan masuk jurang sedalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: