_
Home / Mendagri: Pemilu Tentukan Arah Pembangunan 5 Tahun Mendatang
Mendagri, Tjahjo Kumolo (Foto: Biro Humas Kemendagri)

Mendagri: Pemilu Tentukan Arah Pembangunan 5 Tahun Mendatang

agregasi

 

TERNATE – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berkesempatan menyampaikan kuliah umum di Universitas Khairun, Maluku Utara, Selasa (5/3/2019). Kuliah tersebut mengambil tema “Demokrasi dan Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019″.

Tjahjo menjadikan kuliah umum sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi sehingga diharapkan ke depannya terjadi peningkatan nalaritas dan kepedulian terhadap lingkungan serta perkembangan isu nasional oleh kaum milenial.

Dalam sambutannya, dia menginginkan Pemilu 2019 dapat melebihi angka target tingkat partisipasi politik masyarakat yang ditargetkan KPU yaitu 78 persen partisipan. Tjahjo menggolongkan Pemilu 2019 sebagai sebuah proses dinamika nasional yang bertujuan memperkokoh sistem presidensil, NKRI dan otonomi daerah yang lebih efektif dan efisien secara komprehensif.

“Ini sebuah proses dinamika yang panjang yang ujung hanya ingin membentuk sebuah sistem presidensil yang harus semakin efektif semakin efisien pembentukan reformasi birokrasi dalam upaya memperkuat NKRI dan otda secara komprehensif,” kata dia.

Semarak Pemilu 2019 telah dimulai dengan ditandai munculnya sosialisasi caleg hingga ke daerah-daerah terkecil. Dirinya berharap masyarakat ikut menyambut dan mencermati pemilu secara arif dan bijaksana.

“Ingat bahwa pemilu itu pesta demokrasi. Memilih pemimpin yang amanah yang dia punya konsep, punya program, punya gagasan, punya ide untuk bangsa dan negara kedepannya,” tuturnya.

Setiap kepala daerah terpilih lanjut Tjahjo, memiliki janji politik, namun tetap dibutuhkan keserentakan untuk memastikan program stategis pembangunan nasional tetap berjalan di wilayahnya.

Kesinambungan pembangunan tata kelola antara pusat dan daerah kata dia, diharapkan dapat semakin efektif dan efisien sehingga mempercepat reformasi birokrasi dengan program stategisnya. Kemendagri dan stakeholder menurutnya, telah siap menyukseskan Pemilu 2019.

“Selebihnya hanya dibutuhkan keaktifan masyarakat untuk ikut serta. Untuk itu dibutuhkan aksi dari kepala daerah beserta organisasi masyarakat yang kini telah mencapai 406.709 ormas, untuk proaktif menggerakkan dan mengorganisir masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya,” ucap Tjahjo.

Dia mencatat, angka perekaman KTP elektronik telah mencapai 97,8%, di mana yang terendah adalah di wilayah Papua dan Papua Barat.

“Partisipasinya harus secara maksimal digunakan yang mempunyai hak pilih, yang mengurus KTP elektronik ke dukcapil setempat agar hak pilih Anda tidak hilang, satu suara untuk konsolidasi demokrasi lima tahun mendatang,” ujarnya.

Check Also

Panjat Pinang, Tradisi Kemerdekaan Tak Lekang Oleh Waktu

PERCUT SEITUAN, Waspada.co.id – Memeriakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, berbagai cara unik dilakukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.