_
Home / Mencegah Anak Dilahirkan dengan Cacat Sejak Lahir

Mencegah Anak Dilahirkan dengan Cacat Sejak Lahir

WOL Kecacatan anak tidak diinginkan oleh setiap orang tua. Sebaliknya, setiap orang tua menginginkan anak-anaknya baik dalam perkembangan selama kehamilan, dilahirkan dengan mudah, dan seterusnya tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang unggul, cantik, dan sempurna dalam pandangan manusia.

Namun, terkadang hidup tak seperti yang diidamkan. Ada banyak anak yang dilahirkan dengan masalah-masalah kesehatan sejak ia dilahirkan. Kata sejak dilahirkan disebut dengan kongenital. Cacat dapat berupa cacat fisik maupun cacat mental. Bibir sumbing, otak yang kecil, gangguan pendengaran atau kecerdasan yang rendah sering kita dengar dan terkadang kita temui penderitanya di antara keluarga maupun lingkungan sekitar. Selain itu, banyak cacat kongenital lainnya yang tidak terdeteksi hingga penderita beranjak senja.

Cacat yang timbul sewaktu janin berkembang dalam rahim akan terus terbawa hingga ia lahir. Beberapa zat dapat menimbulkan cacat pada janin dan dikenal sebagai teratogen. Hampir 60 tahun lalu, suatu zat thalidomide diidentifikasi menyebabkan cacat pada tangan dan kaki bayi. Banyak zat lain juga dapat menimbulkan cacat janin. Selain itu, kekurangan konsumsi suatu zat juga dapat menimbulkan cacat janin.

Jika cacat dapat diamati maka cacat dapat segera didiagnosis. Sebagian, cukup diobservasi dan akan membaik dengan sendirinya. Selain itu, ada beragam pengobatan untuk cacat kongenital. Ada yang hanya bisa dengan makan obat saja. Sebagian lainnya, harus masuk kamar bedah dan menjalani operasi agar cacat diminimalkan dan fungsi organ tidak sampai terganggu. Sebagian lainnya, tidak mendapatkan terapi yang cukup untuk menyelesaikan masalahnya.

Untuk menghindari atau mengecilkan kemungkinan mendapatkan anak dengan cacat kongenital, para orangtua perlu mengetahui hal-hal yang dapat menghindarkan terjadinya cacat kongenital pada anak.

Cacat yang timbul pada janin dapat disebabkan oleh kelainan genetik yang berasal dari orangtua, kekurangan zat tertentu selama perkembangan janin, mendapat zat yang berbahaya bagi janin, dan masalah kesehatan ibu selama mengandung. Beberapa cacat kongenital yang perlu kita perhatikan adalah:

Bibir dan Langit-langit Sumbing

Bibir sumbing dapat ditemukan setiap kelahiran 1000 anak. Pada bibir sumbing, bibir tampak terbelah. Tingkat keparahannya beragam, bisa membelah dari bibir hingga langit-langit mulut. Pada awalnya, bayi penderita cacat ini akan kesulitan dalam minum susu. Bertambahnya usia, bayi dapat mengalami gangguan dalam kemampuan bicara. Jika sudah memenuhi syarat-syarat untuk dioperasi,cacat ini diperbaiki dengan tindakan bedah. Tindakan bedah yang dini dapat meminimalkan gangguan kemampuan bicara.

 

Spina bifida

Spina bifida adalah cacat pada tulang belakang dan membran yang menutup sumsum tulang belakang. Cacat ini terjadi dimulai pada awal kehamilan.Jangan konsumsi obat penenang anti epilepsi. Cacat ini dapat dicegah jika wanita hamil mengkonsumsi cukup asam folat setiap hari sebelum konsepsi hingga tiga bulan pertama kehamilannya.Dosis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari adalah 400 mikrogram. Jika tidak ingin menkonsumsi obat seperti asam folat, bentuk alami asam folat adalah folate. Folate terkandung cukup banyak dalam sayuran seperti bayam, wortel, asparagus, brokoli, kacang-kacangan, situs, alpukat, bunga kol dan jagung.

 

Tuli

Bayi yang sedang dikandung dapat saja menderita kerusakan pendengaran akibat ibu yang menderita sakit campak ketika hamil. Infeksi campak akan mengakibatkan kerusakan pada telinga bagian dalam. Anak yang baru lahir perlu diuji kemampuan pendengarannya. Terkadang, ibu baru khawatir tentang pendengaran anaknya setelah anak berusia cukup banyak karena tidak menanggapi suara. Dokter ahli telinga bisa diajak berkonsultasi untuk pemeriksaan dini pendengaran bayi.

 

Katarak

Katarak kongenital bisa dilihat. Bagian tengah mata yang biasanya berwarna hitam mata akan tampak putih. Katarak ini bisa terjadi pada satu atau kedua-dua mata. Penyebabnya beragam. Infeksi campak, toksoplasma, cytomegalovirus, dan herpes simpleks yang menyerang ibu hamil dan kelainan genetik menjadi penyebab yang sering ditemukan.

 

Langkah Pencegahan

Meskipun rezeki ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, peran manusia dalam upaya pencegahan adalah penting. Kelainan genetik adalah sukar untuk dikoreksi. Namun, infeksi, malnutrisi, dan ketidaktahuan dapat dicegah maupun diperbaiki. Oleh karena itu, kesadaran pada kesehatan ibu dan janin amat perlu diperhatikan.

Langkah paling awal yang dapat dilakukan adalah memilih usia saat hamil. Jika si ibu terlalu muda maka kedewasaan, kemungkinan besar, belum terbentuk. Oleh karenanya, perhatian dan tindakan-tindakan yang sepantasnya dilakukan oleh calon ibu bapak sang janin akan berpeluang besar untuk tidak diwujudkan. Ibu yang terlalu muda mungkin masih akan berkutat pada hal-hal lain selain kehamilan.

Usia hamil yang ideal boleh dikatakan belum ditentukan. Memang, wanita berusia 20 tahun akan lebih mudah hamil daripada yang berusia 30 tahun. Begitu pula, wanita berusia 30 tahun akan lebih mudah hamil daripada wanita yang berusia 40 tahun. Kesuburan wanita menurun drastis setelah berusia 45 tahun. Hal yang sama juga berlaku dengan sel telur yang digunakan untuk program bayi tabung (in vitro fertization).

Ibu yang hamil saat berusia relatif tua tentulah sudah dewasa. Namun, usia tua saat hamil berisiko dalam timbulnya penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus. Kencing manis dpat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam bayi dan berpotensi melahirkan anak dengan berat badan yang berlebihan. Walaupun ada perbedaan pendapat, ibu yang menderita diabetes semasa kehamilan dikaitkan dengan penyakit jantung kongenital pada anak yang dikandungnya.

Risiko kelainan genetik pada anak yang dikandung juga meningkat seiring usia ibu ketika hamil. Jika seorang ibu hamil pada usia 25 tahun, risiko mendapatkan bayi dengan Sindroma Down adalah 1 dalam 1250 kelahiran. Pada usia ibu hamil 40 tahun, risiko itu meningkat menjadi 1 dalam 100 kelahiran.

Untuk, pencegahan kesakitan dan peningkatan perhatian kesehatan ibu hamil dan janin, perawatan sewaktu kehamilan (antenatal) mesti dilaksanakan secara terprogram dan baik. Pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, berat badan, lingkar perut, dan pemeriksaan lain terkait kesehatan janin akan dilakukan. Tenaga kesehatan akan memberikan nasihat tentang kehamilan. Suplementasi vitamin, zat besi, dan asam folat biasa dilakukan selama kehamilan untuk mencegah anemia dan spina bifida.

Ibu hamil juga mesti peduli pada penggunaan obat-obatan.Beberapa obat jika dikonsumsi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko timbulnya cacat pada janin. Obat-obat seperti anti kejang dihindari penggunaanya. Pada tiga bulan pertama, sebaiknya hindari obat-obatan kecuali vitamin. Mual dan muntah adalah biasa pada kehamilan kecuali dirasakan berlebihan. Penggunaan ramuan jamu atau ramuanherbal juga sebaiknya dihindari jika efek terapi dan efek sampingnya tidak jelas dan meragukan keamanannya bagi janin. Cobalah untuk mengkonsumsi bahan-bahan makanan alami dan bebas pencemaran. Olah dan masaklah dengan cara yang benar.Kepedulian akan akan hal-hal ini menghindarkan ibu hamil dari risiko infeksi dari makanan, risiko malnutrisi, dan risiko terpapar zat-zat yang mungkin berbahaya.

Minum alkohol dan konsumsi narkotika adalah terlarang.Jika ibu hamil merokok maka berhentilah merokok segera. Pastikan pula, ibu hamil berada di lingkungan yang bebas asap rokok. Yang perlu kita perhatikan adalah tempat-tempat umum. Tempat-tempat ini juga perlu ramah kepada ibu hamil. Kita perlu untuk terus-menerus mengurangi ruang-ruang bagi perokok sekaligus menciptakan ruang publik bebas asap rokok yang lebih luas. Kita juga perlu mengajarkan keberanian agar masyarakat berani menegur perokok agar tidak merokok di tempat umum.

Infeksivirus seperti campak yang menyerang ibu hamil dalam tiga bulan pertama kehamilanakan meningkatkan risiko timbulnya kecacatan pada bayi yang dikandung. Setelah dilahirkan, bayi mengalami gangguan pendengaran.Cacat ini dapat dicegah dengan imunisasi ketika perempuan masih balita sehingga ketika ia menjadi ibu, nantinya kelak, ia sudah kebal dengan campak, tidak terinfeksi campak, dan anak yang dikandungnya akan terhindar dari kerusakan organ pendengaran dan gangguan pendengaran. Jika si ibu tidak yakin dengan kekebalan terhadap campak, sebaiknya ia menghindari kontak dengan orang yang berpenyakit semacam itu. Faktor lingkungan lain cukup berperan seperti ketersediaan air bersih yang bebas dari pencemaran logam berat. Ibu hamil juga tidak boleh mendapat paparan sinar X.

Usaha-usaha ini diharapkan akan membantu ibu hamil mendapatkan belahan hati keluarga yang cemerlang. Ketersediaan gizi yang baik selama dan sesudah kehamilan akan berpengaruh besar bagi terciptanya generasi yang sehat dan cerdas. Doa yang dilaungkan tentu akan didengarkan dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan, kita semua harus berbuat dan berjuang untukmenciptakan generasi Indonesia yang hebat.

(dr. Zulham, M. Biomed. adalah staf pengajar pada Fakultas Kedokteran USU).

Check Also

Panjat Pinang, Tradisi Kemerdekaan Tak Lekang Oleh Waktu

PERCUT SEITUAN, Waspada.co.id – Memeriakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, berbagai cara unik dilakukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.