Home / Kadin: Kurs Dolar AS Rp20.000 pun Tak Masalah
Ilustrasi

Kadin: Kurs Dolar AS Rp20.000 pun Tak Masalah

Waspada.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk mendorong sektor Industri sampai ke hulu. Sebab menurutnya, salah satu penyebab melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat adalah tingginya impor bahan baku industri karena tidak adanya industri hulu.

Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Industri Hulu dan Petrokimia Achmad Widjaja mengatakan, semakin besar impor yang dilakukan oleh pemerintah maka akan semakin melemah pilah nilai tukar Rupiah terhadap Dolar. Sebab, semakin banyak impor maka kebutuhan dolar akan meningkat, sedangkan kebutuhan akan rupiah akan menurun.

“Pemerintah harus memulai industri hulu mulai dari sekarang. Dengan holding ya pemerintah. Supaya kita bisa mengurangi importasi yang terus turun supaya kita bisa ekspor melawan,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Melia Kuningan, Jakarta, Jumat (20/7).

Dirinya menyebut jika Indonesia bisa terbebas dari impor maka perang dagang ataupun ancaman dari negara manapun tidak akan berpengaruh. Bahkan, jikalau rupiah tembus hingga Rp20.000 per USD pun, dirinya meyakini Indonesia akan bisa menjadi negara yang tahan dan bahkan sangat diuntungkan dengan gonjang-ganjing nilai tukar.

Menurutnya, jika kondisi Rupiah melemah merupakan kesempatan yang bagus untuk melakukan ekspor. Sebab, harga jual produk hilir ini akan semakin mahal karena mengikuti nilai tukar dunia yakni Dolar AS.

“Walaupun rupiah Rp20.000 per USD. Karena makin besar itu USD itu kan makin baik kalau kita ekspor kalau kita punya bahan baku di lokal yang murah,” jelasnya.

Oleh karenanya lanjut Achmad, pemerintah harus segera mengambil sikap dengan cara fokus untuk mengembangkan industri hulu dalam 3-5 tahun ke depan. Sebab, jika industri hulu dikembangkan, maka akan semakin banyak pilihan ekspor Indonesia.

Hal tersebut sudah terbukti dengan kuatnya ekonomi dan nilai tukar Yuan Cina terhadap Dolar AS. Padahal, secara terang-terangan, Amerika mulai menabuh genderang perang dengan Cina.

“Yang harus dikembangkan, Hulu. Petrokimia. Karena petrokimia itu turunannya banyak sekali pohonnya. Itu sumber bahan baku,” ucapnya. (wol, okz/data1)

Check Also

Bus Masuk Jurang, 18 Orang Dievakuasi dan 6 Orang Dikabarkan Tewas

TOBASA, Waspada.co.id – Bus yang membawa rombongan dalam perjalanan menghadiri pesta pernikahan masuk jurang sedalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: