_
Home / “Jika Golkar Terpecah yang Senang Partai Lain”
Bowo Sidik Pangarso (foto: ist)

“Jika Golkar Terpecah yang Senang Partai Lain”

JAKARTA, WOL – Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso menyarankan kepada semua kader partai berlambang pohon beringin untuk tidak terpecah belah hanya karena kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret nama Ketua Umum Setya Novanto.

“Ikuti saja aturan Partai Golkar, ikuti mekanisme Partai Golkar dan jangan memecah belah Partai Golkar,” kata Bowo, Sabtu (6/5) malam.

Anggota Komisi VI DPR itu beranggapan jika internal partai yang diketuai oleh Novanto yang kini menjabat Ketua DPR, maka pihak luar pasti akan merasa senang melihat internal Golkar gonjang-ganjing.

“Kalau kita memecah belah partai, yang bertepuk tangan itu partai lain,” ujarnya.

Maka dari itu, Bowo mengajak seluruh kader partai untuk tetap solid dan menghormati semua proses hukum serta mendoakan agar Novanto selamat dari tudingan keterlibatan kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Kita berdoa semoga ketum kita selamat, partai kita bisa menang di Pilkada 2018 dan pileg serta pilpres 2019,” jelas dia.

Ia menambahkan para kader disarankan tidak perlu mendorong atau berkoar untuk dilakukan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) hanya karena kasus tersebut, karena saat ini proses hukumnya masih berlangsung.

“Tidak perlu ada munaslub, partai kita ada mekanismenya dan ini belum tahu ujungnya. Jadi biarkan kita menunggu proses, kita tetap berjalan dibawah kepemimpinan Pak Novanto. Hari ini beliau telah hadiri pelantikan DPD Golkar Jawa Timur, kemarin Rapimda di Jawa Barat. Artinya tidak ada masalah,” tandasnya.

Untuk diketahui, nama Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terseret kasus dugaan korupsi e-KTP. Dalam berkas dakwaan terdakwa korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, Novanto disebut bersama-sama melakukan korupsi saat menjadi Ketua Fraksi Golkar di DPR RI.

Sehingga, Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai memastikan Setya Novanto hampir pasti akan menjadi tersangka kasus e-KTP. Sedangkan, Novanto membantah keras tuduhan jaksa KPK seperti dituangkan dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Dia bahkan berani bersumpah tidak pernah menerima sepeser pun uang dari kasus e-KTP. (inilah/ags/d2)

Check Also

Panjat Pinang, Tradisi Kemerdekaan Tak Lekang Oleh Waktu

PERCUT SEITUAN, Waspada.co.id – Memeriakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, berbagai cara unik dilakukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.