Home / Israel dan Milisi Gaza Dilaporkan Sepakati Gencatan Senjata
(Reuters/Amir Cohen)

Israel dan Milisi Gaza Dilaporkan Sepakati Gencatan Senjata

Waspada.co.id – Israel dan sejumlah kelompok milisi di Jalur Gaza dilaporkan menyepakati gencatan senjata pada Sabtu (14/7), mengakhiri saling balas serangan udara dan rudal di perbatasan. Juru bicara kelompok penguasa Jalur Gaza, Hamas, Fawzi Barhoum mengatakan bahwa kesepakatan ini tercapai atas inisiasi Mesir untuk mencegah peningkatan ketegangan yang dapat memicu perang terparah di perbatasan itu.

“Mesir menawarkan kembali ke gencatan senjata untuk menghentikan eskalasi ini,” ujar Barhoum sebagaimana dikutip AFP, Minggu (15/7).

Seorang juru bicara Israel menolak berkomentar, tapi mengatakan bahwa segala keputusan akan ditentukan berdasarkan yang terjadi di lapangan. Beberapa jam setelah pengumuman itu, Israel melaporkan ada dua tembakan bom mortar dari arah Palestina. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai laporan ini.

Kabar ini tersiar hanya berselang beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa militernya melakukan serangan terbesar sejak 2014 ke arah Jalur Gaza. Ia mengklaim serangan itu digencarkan untuk membalas gempuran milisi di Jalur Gaza yang disebut sudah melontarkan lebih dari seratus roket ke arah Israel.

Salah satu serangan udara Israel itu menghantam bangunan di dekat penampungan pengungsi di utara Jalur Gaza. Israel mengklaim bangunan itu adalah fasilitas pelatihan Hamas yang memiliki terowongan di dalamnya. Sejumlah pejabat kesehatan di Gaza mengatakan bahwa bangunan itu kosong, tapi dua remaja Palestina dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus, mengklaim bahwa militer sudah memperingatkan warga untuk keluar dari daerah tersebut sebelum serangan digencarkan.

Peningkatan ketegangan di perbatasan ini bermula pada Jumat lalu, ketika ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan Jalur Gaza-Israel, melanjutkan aksi protes yang sudah mereka gencarkan sejak Maret lalu. Militer Israel menyatakan bahwa para pengunjuk rasa melemparkan ban yang sudah dibakar, perangkat peledak, hingga bom api ke arah tentara. Salah satu tentara pun terluka akibat granat yang dilemparkan sejumlah demonstran.

Aksi besar-besaran sejak Maret ini bertujuan agar para pengungsi bisa kembali ke kampung halaman nenek moyang mereka yang kini sudah menjadi wilayah kekuasaan Israel.

Setiap pekan di hari Jumat, pengunjuk rasa membakar ban dan melempari batu ke pagar pembatas, di mana tentara Israel bersiaga. Para tentara tak segan melepaskan tembakan jika ada demonstran yang mendekati pagar perbatasan. Reuters menyebut total 130 warga Palestina tewas akibat bentrokan ini. Sementara itu, tak ada korban jiwa jatuh dari pihak Israel. (wol)

Check Also

Bus Masuk Jurang, 18 Orang Dievakuasi dan 6 Orang Dikabarkan Tewas

TOBASA, Waspada.co.id – Bus yang membawa rombongan dalam perjalanan menghadiri pesta pernikahan masuk jurang sedalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: