Home / Hilang 8 Hari, Turis Jerman Ditemukan Tewas di Air Terjun Dua Warna
foto: istimewa

Hilang 8 Hari, Turis Jerman Ditemukan Tewas di Air Terjun Dua Warna

SIBOLANGIT, WOL – Setelah delapan hari menghilang turis asal Jerman, Wolter Klaus, pendaki Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, di Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Kabupaten Deliserding. Kamis (29/6).

Berdasarkan informasi diperoleh Waspada Online, jenazah korban ditemukan Anak Mapala dari Universitas Methodist Indonesia, saat perjalanan menuju Air Terjun Dua Warna.

Menurut keterangan Anggota Mapala LC Rindala, Kharisma, jasad korban itu ditemukan, tersangkut kayu di aliran air sejarak 20 meter dari air terjun, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ditemukan, posisi korban setengah telungkup dengan tidak mengenakan baju.

“Kami lihat ada celana dalam yang juga tersangkut di sebelahnya, diduga celana dalam korban. Selain itu, kaki kiri korban pun sudah putus pada pergelangan kakinya saat kami temukan,” ujar Kharisma.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, mengatakan jasad yang ditemukan anak mahasiswa belum bisa dipastikan turis asing Asal Jerman. Untuk itu, operasi akan ditutup secara resmi jika setelah proses evakuasi dipastikan jasad tersebut adalah Wolter Klaus.

“Jika memang ini korban yang kita cari, baru operasi pencarian kita tutup. Apabila bukan, maka pencarian masih diperpanjang dalam waktu tujuh hari. Ya mudah-mudahanlah ini korban yang kita cari,” tukasnya.

Sebelumnya, informasi hilangnya Wolter berawal dari salah seorang pegawai Hotel Sibayak Internasional, tempat dia menginap, lapor ke Polsek Berastagi, Kamis (22/6) sore. Menurut keterangan resepsionis hotel, Johanes Tarigan, setelah melakukan check in, Wolter berencana akan mendaki ke Gunung Sibayak.

Dari hasil pengecekan di pos restribusi pendakian Gunung Sibayak di Desa Jaranguda, kecamatan Merdeka, nama Wolter diketahui ada di dalam daftar buku register pendakian. Dia tercatat mulai mendaki sekira pukul 14.45 WIB dan hingga Kamis malam belum juga kembali.

Personel Polsek Berastagi pun langsung melakukan penelusuran sejak Kamis sore. Namun, akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, pencarian dihentikan dan dilanjutkan pagi tadi.

Kapolsek Berastagi Kompol Agustinus Sitepu, mengatakan tim gabungan telah dibentuk untuk proses pencarian. Tim ini, lanjutnya, terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD Karo dan relawan. “Tim ini dibagi menjadi empat,” pungkas Agustinus.(wol/roy)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

Bus Masuk Jurang, 18 Orang Dievakuasi dan 6 Orang Dikabarkan Tewas

TOBASA, Waspada.co.id – Bus yang membawa rombongan dalam perjalanan menghadiri pesta pernikahan masuk jurang sedalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: