_
Home / Biaya Bangun Kanal Banjir Timur Dinilai Mubazir
foto: Istimewa

Biaya Bangun Kanal Banjir Timur Dinilai Mubazir

MEDAN, Waspada.co.id – Bangunan Kanal Banjir Timur yang berada di dua Kecamatan yakni Kecamatan Medan Amplas dan Medan Johor memasuki masa 11 tahun. Akan tetapi, Kota Medan tak pernah luput dari banjir jika sudah hujan deras mengguyur ibukota Provinsi Sumatera Utara ini sedikit saja.

Alhasil, proyek pusat yang anggarannnya bersumber dari dana pinjaman Japan Bank for International Corporation (JBIC) senilai Rp240 miliar itu menguap percuma.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Hendra DS, menyayangkan tidak berfungsinya kanal tersebut. Menurutnya, dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya Kota Medan sudah terbebas dari banjir maupun genangan air.

“Kanal yang dibangun dengan dana ratusan miliar, malah jadi proyek sia-sia. Padahal dibangun untuk mencegah banjir di Kota Medan. Tapi ternyata, air tergenang tidak mengalir di kanal. Kita jadi tak mengerti, bagaimana studi banding mereka dulunya,” katanya, Minggu (26/5).

Menyoal keterlibatan Gubsu yang ikut andil mengatasi banjir di Kota Medan, politisi Hanura ini mengapresiasi langkah Gubsu Edy Rahmayadi yang mengerahkan tim untuk pengorekan sungai-sungai.

“Ini semua menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita apresiasi Pak Edy yang turut memberi perhatian atas banjir di Kota Medan. Intinya, banjir di Medan ini sudah penyakit kronis yang sulit disembuhkan,” sarannya.

Intinya, sambung Hendra, tidak bisa drainase itu hanya dikorek saja. Dicari permasalahannya, kemana pembuangannya. Seperti banjir yang terjadi akibat guyuran hujan deras di Jalan Pelajar Ujung dan Jalan Anugerah Mataram, Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai beberapa waktu lalu. Belasan kenderaan bermotor mogok, lantaran air di parit besar meluap dan ketinggiannya mencapai satu meter lebih.

“Untuk di Kecamatan Medan Denai itu, pembuangannya kan ke Sungai Denai. Mungkin sungai sudah tak mampu menampung air, sehingga meluap. Berarti Sungai Denai itu harus direklamasi. Harus di perdalam lagi agar mampu menampung pembuangan air,” imbuhnya.

Hendra menambahkan, persoalan banjir juga disebabkan prilaku masyarakat yang suka buang sampah sembarangan. Bahkan sampah dibuang ke saluran drainase sehingga tumpat.

“Prilaku masyarakat juga harus diubah. Jangan sembarangan buang sampah. Pemerintah harus menegakkan perda sampah yang tidak berjalan. Artinya, Pemerintah Kota Medan harus konsisten menjalankan perda, karena perda sudah disahkan, jangan cuma jadi hiasan belaka,” pungkasnya.

Kalau perda itu berjalan, saya pikir bisa mengurangi 70 persen masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sebab di perda kan sudah ada sanksi hukuman penjara bagi yang sembarangan membuang sampah,” pungkasnya. (wol/mrz/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Panjat Pinang, Tradisi Kemerdekaan Tak Lekang Oleh Waktu

PERCUT SEITUAN, Waspada.co.id – Memeriakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, berbagai cara unik dilakukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.