_
Home / Sumut / Wagubsu Minta Jaga Harkat Martabat Advokat
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Wagubsu Minta Jaga Harkat Martabat Advokat

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XX Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Hotel Emerald Garden Medan, Jumat (12/7) malam.

Melalui pertemuan bertema ‘Bersama Untuk Satu’ ini, para advokat diharapkan menjaga nama baik profesi sebagai pekerjaan luhur. Hadir di antaranya Ketua Pengadilan Tinggi Medan Cicut Sutiarso, Ketua Umum DPP AAI M Ismak, Ketua Dewan Kehormatan AAI Candra Srijaya, Ketua DPC AAI Medan Hakim Tua Harahap, dan lainnya.

Menurut Wagubsu, kaidah hukum dapat berhasil/berdaya guna bila dijadikan panglima dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat. Sehingga semua orang harus taat dan patuh kepada hukum, tidak terkecuali aparatur seperti advokat.

“Di mana pada satu sisi, advokat itu unsur penegak hukum. Di sisi lain, harus menjaga harkat dan martabat profesi sebagai pekerjaan luhur (officium nobile) yang harus tunduk dan kepada aturan dan kode etik profesi,” jelas Wagub.

Musa atau akrab disapa Ijeck pun berharap Rakernas ke-20 yang berlangsung selama tiga hari menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik secara internal organisasi hingga berguna bagi masyarakat. Sebab keberadaan advokat atau asosiasi yang menaunginya untuk memberikan perlindungan atau pembelaan kepada warga negara.

“Katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Supaya masyarakat terlindungi dan dapat kepastian hukum. Memang tidak gampang menegakkan yang benar. Karena itu selamat menjalankan Rakernas, semoga bisa tetap kompak,” kata Ijeck.

Ketua Umum DPP AAI, Muhammad Ismak, mengajak seluruh hadirin memikirkan kiprah organisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, masa setahun terakhir telah terlihat polarisasi dalam konteks demokrasi. Hal itu karena kemungkinan kurang pemahaman warga terhadap makna Pancasila dan UUD 1945.

Ketua Pengadilan Tinggi Medan, Cicut Sutiarso, mengingatkan bahwa advokat termasuk aparat penegak hukum. Sehingga ada kode etik yang harus dijaga, sama seperti jajarannya di lembaga yudikatif. Sebab tujuan akhir yang ingin dicapai pada setiap pekerjaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pencari keadilan.

“Tentu saja dimulai dari aparat penegak hukum. Kemudian bagaimana kita melayani, berhubungan dengan rekan sejawat, tidak boleh saling mendahului dalam penanganan masalah. Karena semua rambu-rambu itu sama, seperti yang kita punya,” pungkasnya. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Pemprovsu Gelar Pesta Rakyat Hingga Bazar Makanan Gratis

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, berharap kegiatan Pagelaran dan Pesta Rakyat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.