_
Home / Sumut / Wagub Ingin Direksi BUMD Serius Majukan Perusahaan
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Wagub Ingin Direksi BUMD Serius Majukan Perusahaan

MEDAN, Waspada.co.id – Seluruh jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) diharapkan serius menjalankan tugas membangun dan memajukan perusahaan yang dipimpin. Sehingga BUMD-BUMD yang ada dapat berkembang menjadi perusahaan yang maju, berdaya saing dan menghasilkan laba.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah saat memimpin rapat bersama seluruh Direksi BUMD Pemprov Sumut dalam rangka mendengar pemaparan mengenai PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Pasar Jaya, yang merupakan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Rabu (18/9).

“Kita ingin semangatnya, motivasinya dan memang semuanya harus direncanakan dengan baik. Secara organisasinya harus baik juga, perencanaan kerja harus baik, juga dalam sistem penganggaran harus disusun dengan baik. Mudah-mudahan target bisa dicapai sesuai harapan,” ujar Wagub.

Menurut Musa yang akrab disapa Ijeck, digelarnya rapat ini tidak direncanakan sebelumnya, dikarenakan dirinya tertarik mendengarkan paparan BUMD DKI Jakarta saat Rakorwil TPID se-Sumatera pada pagi harinya.

“Saya tertarik dalam pengembangan usaha, dalam perbaikan, perusahaan yang tadinya tidak mempunyai prestasi dalam pekerjaan, dalam benefit perusahaan tidak ada, akhirnya bangkit dan berkembang malah mempunyai ritel dan unit usaha yang begitu banyaknya. Saya minta izin Pak Wiwiek (Kepala Perwakilan BI Sumut) ternyata ada waktu dan kawan kawan bisa kita kumpulkan,” ujar Ijeck.

Direktur Operasional PT Food Station Tjipinang Jaya Frans Tambunan dan Direktur Usaha dan Pengembangan Perumda Pasar Jaya Anugrah Esa. Frans dan Esa menceritakan awal mula perubahan di dalam tubuh BUMD masing-masing. Frans dan Esa menyebut mereka murni bukan birokrat, berpengalaman lebih dari 15 tahun di usaha ritel serta menjadi direksi melalui fit and proper test.

“Awalnya enam bulan pertama perbaikan internal. Yang pertama dilakukan adalah memecat pegawai karena melanggar SOP perusahaan. Saya ingatkan, yang lalu biarkanlah, yang akan datang kita hadapi. Namun memang tabiat tidak bisa berubah, yang masih terbiasa dengan bisnis lama dipecat karena tidak sesuai SOP. Namun ada juga yang berubah,” ujar Frans.

Saat sesi tanya jawab, Direktur Utama PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) Gazali Arief menanyakan kiat agar perusahaan bisa efektif dan efisien, terkait adanya karyawan yang tidak kompeten, tidak disiplin dan sebagainya. Meski memberi kesempatan karyawan berubah, Frans mengakui banyak pegawai yang harus dipecat. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Pemprovsu Tidak Pernah Hambat Upaya Penegakan Hukum

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung setiap upaya penegakan hukum oleh aparat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.