Home / Sumut / USU Pastikan Tidak Ada Ancaman Lingkungan Proyek PLTA Batangtoru
Foto: Waspada.co.id

USU Pastikan Tidak Ada Ancaman Lingkungan Proyek PLTA Batangtoru

TAPSEL, Waspada.co.id – Tim ilmuwan Universitas Sumatera Utara (USU) memastikan tidak ada ancaman lingkungan atas keberadaan PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Proyek ini dipastikan berada di areal penggunaan lain (APL) dan jauh dari permukiman penduduk.

Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Runtung Sitepu kepada wartawan, Sabtu (22/9), usai memimpin tim ilmuwan USU ke lokasi proyek PLTA Batangtoru.

“Kita melihat langsung lokasi dataran yang akan difungsikan sebagai power house dan Sungai Batangtoru yang akan dijadikan kolam penampungan,” tuturnya.

Berdasarkan amatan langsung itu, sama sekali tidak menemukan ancaman lingkungan seperti yang disampaikan sejumlah kalangan. Jika sebelumnya isu soal kampanye negatif bila proyek pembangkit listrik berkapasitas 510 MW ini berdiri akan merusak kelestarian alam termasuk keberadaan orangutan.

“Apa yang dituduhkan mereka ternyata berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Makanya sejak awal saya bilang, hati-hati memberikan pernyataan kalau tidak didukung fakta,” kata Runtung.

Kunjungan tim ilmuwan USU ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara USU, Pemkab Tapanuli Selatan dan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), dua pekan lalu.

Sementara menurut Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu bahwa pembangunan pembangkit PLTA Batangtoru ini penting untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumut.

“Aspek energi baru dan terbarukan yang diusung pembangkit ini justru membuatnya semakin bagus karena ramah lingkungan,” tambahnya.

Heran juga dengan kampanye sebagian aktivis lingkungan dan ilmuwan asing yang menyatakan PLTA Batangtoru tidak dibutuhkan karena pasokan listrik Sumut dalam kondisi surplus. Pernyataan ini disebut menyesatkan, sehingga harus diluruskan agar masyarakat tidak mendapat informasi yang salah.

“Surplus sebesar 160 MW yang dialami Sumut saat ini hanya bersifat sementara. Sumut akan kembali krisis listrik bila kontrak Marine Vessel Power Plant (MVPP), kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki, tidak diperpanjang pada tahun 2022,” ungkapnya.

Kapal itu kan sifatnya bukan jangka panjang, kita cuma mengontrak lima tahun. Dan biayanya mahal.

“Kita cukup memahami latar belakang keberadaan kapal yang menyalurkan listrik 240 MW itu karena dia orang terdepan yang mendorong pemerintah mendatangkan kapal itu ke Belawan. Gus menuturkan, Dirut PLN sempat menentang usulannya ketika itu dengan alasan biaya yang terlalu mahal. Selain itu, kapal tersebut juga masih menggunakan bahan bakar batubara yang tidak ramah lingkungan,” terangnya.

“Jadi PLTA Batangtoru ini memang proyek paling strategis karena menggunakan tenaga air, paling ramah lingkungan,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: RIDIN

Check Also

Kemenpar Apresiasi Layanan Google Street View Danau Toba

PARAPAT, Waspada.co.id – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengapresiasi layanan Google Street View Special Collect Danau ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: