_
Home / Sumut / Suhendra Hadikuntono, Putra Sumut dan Perekat Sabuk Nusantara
Istimewa

Suhendra Hadikuntono, Putra Sumut dan Perekat Sabuk Nusantara

JAKARTA, Waspada.co.id – Tak semua rakyat Indonesia, apalagi pejabat negara, menyadari ada pejuang kemanusiaan bernama Suhendra Hadikuntono, putra asal Sumatera Utara yang bekerja dalam senyap.

Diketahui, Suhendra telah mencegah terjadinya konflik politik dan sosial antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. Bila tidak dicegah, ujungnya pasti akan terjadi konflik bersenjata yang berpotensi memakan korban jiwa.

Baru-baru ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil Muzakir Manaf yang juga mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk dimintai keterangan suatu kasus yang sebenarnya sudah ditutup rapat. Pemanggilan ini membuat masyarakat Aceh geram.

Dalam Perjanjian Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005 silam, salah satunya memuat klausul kedua belah pihak sepakat menutup rapat kasus atau konflik lama yang pernah terjadi antara Pemerintah Indonesia dan GAM. Berdasarkan perjanjian itu, semua milisi GAM juga telah mendapatkan amnesti.

Dalam menyikapi konflik yang berpotensi memburuk ini, Suhendra Hadikuntono meredam gejolak yang terjadi dan meyakinkan semua elemen pemimpin dan elite politik di Aceh bahwa tindakan Komnas HAM tersebut salah dan bukan sikap resmi pemerintah pusat.

Terlahir dengan bakat dan pengetahuan teknik intelijen yang mumpuni, Suhendra akhirnya mampu meredam potensi konflik yang dilakukan dalam senyap. Inisiatif putra Sumut itu dalam mempertahankan rajutan Sabuk Nusantara sebelumnya juga tidak kalah heroik.

Untuk membantu pemerintah pusat meredam gejolak di Papua, Suhendra menggagas ide program “Memeluk Papua dengan Sepakbola”. Secara garis besar, program tersebut mengajak mantan pemain Timnas asal Papua seperti Rully Nere dan lainnya membagi ribuan bola kepada masyarakat Papua sekaligus coaching clinic.

Saat program tersebut dipresentasikan di hadapan Presiden Joko Widodo, beliau tertarik dan menyetujui. Bahkan Jokowi berkeinginan terlibat langsung dalam program inisiatif murni masyarakat tersebut. Program ini pun berpotensi mengubah perspektif masyarakat Papua terhadap Indonesia dan saudara-saudara sebangsa se-Tanah Air.

Naluri intelijen yang dimiliki Suhendra selalu diimplementasikan secara cermat, detail dan efektif serta mempunyai out put signifikan bagi bangsa dan negara. Melalui jaringan yang dimiliki, Suhendra bisa memetakan masalah dan membuat analisis intelijen yang komprehensif.

“Saya hanya ingin Sabuk Nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke serta Miangas hingga Pulau Rote tidak terkoyak sedikitpun. Segala sumber daya yang saya miliki akan saya kerahkan agar jalinan Sabuk Nusantara tetap utuh, tidak tercerai-berai,” kata Suhendra baru-baru ini. (wol/aa/rls/data1)

适适

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Edy Harapkan Groundbreaking Terlaksana Secepatnya

MEDAN, Waspada.co.id – Menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.