Home / Sumut / Sihar Janji Perhemat Anggaran, Dialokasikan Untuk Kesejahteraan Warga
WOL Photo/ist

Sihar Janji Perhemat Anggaran, Dialokasikan Untuk Kesejahteraan Warga

BINJAI, Waspada.co.id – Penggunaan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara (Sumut) saat ini lebih dominan digunakan untuk gaji dan belanja pegawai. Hal itu menurut Sihar Sitorus harus dapat ditekan dan menambah anggaran untuk kesejahteraan warga.

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu), Sihar Sitorus, mengatakan bahwa dari sekitar Rp13 triliun anggaran Sumut, sedikitnya Rp9 triliun digunakan untuk gaji dan belanja pegawai. Karena itu harus ada upaya untuk menekan angka tersebut, termasuk menertibkan biaya perjalanan dinas yang tidak begitu penting.

“Itu bisa kita lakukan. Contohnya saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang suami memberikan uang kepada istri itu bisa kurang. Namun istri yang bijak akan mencukupkannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan menghemat dan menambah penghasilan lain. Untuk ini pasti bisa kita lakukan juga,” katanya dalam salah satu pertemuan di Binjai, Senin (18/6).

Di sisi lain, wakil dari H Djarot Saiful Hidayat tersebut juga menambahkan bahwa operasional kepala daerah juga harus dikurangi agar dapat memaksimalkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan warga. Contohnya perjalanan dinas, seorang wakil gubernur yang biasanya menggunakan operasional yang begitu tinggi harus ditekan.

“Semisal untuk perjalanan seorang wagub yang harus konvoi dengan banyak mobil, maka saya hanya akan gunakan tiga mobil. Untuk saya, staf dan tim serta media. Jadi bisa kita tekan,” paparnya.

Selain menekan anggaran belanja pegawai, pihaknya juga akan menambah APBD Sumut, khususnya untuk perwujudan seluruh program yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. “Tidak salah jika meminta dari pemerintah pusat, intinya gunakan dengan baik, gunakan dengan tepat dan jangan curang,” tegasnya.

Prinsipnya, menurut Sihar, anggaran harus lebih dominan untuk rakyat dan kesejahteraan rakyat. Aparatur pemerintah harus bisa bekerja dengan maksimal dan harus bisa mengelola manajemen pemerintahan dengan baik.

“Contohnya jika melakukan perjalanan dinas atau tugas ke luar kota. Maka harus jelas hasil kerja dan peruntukan anggaran juga harus tepat. Tidak boleh ada yang bocor,” katanya. (wol/aa/djs/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Proses Akuisisi Pertagas Terus Berjalan

MEDAN, Waspada.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (“PGN”) terus melaksanakan komitmennya untuk menyelesaikan proses ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: