_
Home / Sumut / Sempurnakan Sistem Kliring, BI Lakukan Ini
Direktur BI Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Andiwiana Septonarwanto.

Sempurnakan Sistem Kliring, BI Lakukan Ini

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk menyempurnakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dalam melakukan transfer dana dan kliring berjadwal dilakukan proses pencatatan data keuangan elektronik pada layanan transfer dana, layanan kliring warkat debit dan pembayaran reguler serta pelayanan penagihan leguler.

“Dalam penyempurnaan SKNBI ini, BI melakukan tiga hal. Pertama, mempercepat layanan, kemudian meningkatkan batasan transaksi yang dilakukan kliring dan ketiga mempercepat proses kliring dengan memperbanyak setelmen yang dalam satu hari,” tutur Direktur BI Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Andiwiana Septonarwanto, Rabu (21/8).

BI melakukan tiga hal ini karena ingin meningkatkan transfer dana dan pembayaran reguler ke masyarakat. Jadi menstandarkan proses layanan transaksi dengan penetapan servis level agreement.

“Kemudian juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam transaksi yang semakin cepat dan efesien. Dan terakhir, memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan sarana dan penyelesaian transaksi yang semakin besar,” jelasnya.

Untuk itu, BI mengeluarkan 3 Peraturan Angkutan Dewan Gubernur (PADG) dan PBI nomor 218/PBI/2019 tanggal 24 Mei 2019 mengenai perubahan ketiga PBI Nomor 17/9/LBI/2015 tentang penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal BI.

“Dan untuk proses kliring, biasanya waktu setelmen dilakukan mulai pukul 12.00 WIB, 13.30 WIB, 15.30 WIB. Kedepan, waktu setelmen akan dilakukan di setiap jam atau 9 kali mulai puk 9.00 WIB hingga 16.45 WIB. Dampaknya lebih cepat, misalnya ketika nasabah mentransfer dana melalui sistem kliring dia datang 8.45 WIB di bank dan itu sudah langsung bisa ditransfer pukul 9.00 WIB dan langsung masuk ke rekening yang dituju,” jelasnya.

Sementara untuk peningkatan transaksi, biasanya maksimum Rp500 juta dan ke depan menjadi Rp1 miliar. Sehingga nasabah-nasabah perbankan yang memiliki transaksi besar tidak harus menggunakan RTGS yang biaya mahal.

“BI ingin meningkatkan efisiensi harga menjangkau segmen nasabah lebih luas dan mendorong penggunaan transfer dana perbankan. Untuk layanan transfer dan dari BI ke bank pertransaksi Rp1.000 diturunkan menjadi Rp600. Sedangkan dari bank ke nasabah yang tadinya maksimum Rp5.000 hanya sampai Rp3.500, sistem ini berlaku di tanggal 1 September 2019 mendatang,” tandasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Agustus Diprediksi Inflasi di Atas 1 Persen

MEDAN, Waspada.co.id – Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, memprediksi Agustus 2019 mengalami inflasi di atas 1 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.