_
Home / Sumut / Sabrina Sampaikan Potensi Besar Investasi di Sumut
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Sabrina Sampaikan Potensi Besar Investasi di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Dr Hj Sabrina, menyampaikan potensi bagi negara lain berinvestasi di daerah ini sangat besar. Luasnya wilayah dan kayanya sumber alam menjadikan Sumut dengan 33 kabupaten/kota bagai surga bagi penanam modal.

Hal itu disampaikan Sekda saat menerima kunjungan Dirjen Ekonomi dan Global Isu Kedutaan Besar Jerman, Hendrik Barkeling, beserta Darmadi Liliek selaku Konsul Kehormatan Jerman di Medan di ruang kerjanya, Kamis (15/8).

Dalam perbincangan yang berlangsung, Sabrina mengatakan bahwa Sumut memiliki luas wilayah dengan ukuran lebih dari setengah pulau Jawa. Punya banyak potensi sumber daya alam (SDA), mulai dari kawasan pantai hingga pegunungan, kawasan perkebunan hingga hutan. Termasuk kawasan perindustrian sampai lokasi pariwisata yang eksotis.

“Intinya, kami membuka peluang kepada negara asing untuk berinvestasi. Untuk industri saja, kita punya KEK (Kawasan Industri Khusus) Sei Mangkei yang khusus untuk produksi kelapa sawit dan turunannya,” sebut Sabrina.

Untuk keberadaannya sendiri, mendukung investasi karena mudahnya perizinan tanpa harus ke Jakarta. Bahkan di Pemprovsu tengah disiapkan sistem yang lebih meringankan, yakni menggunakan barcode (elektronik). Sehingga nantinya jika kepala dinas atau pejabat terkait tidak berada di tempat, proses tetap bisa berjalan.

“Kami punya banyak hasil alam. Tetapi produksinya yang perlu dikembangkan. Makanya kami banyak mengirimkan anak-anak muda untuk belajar ke luar negeri sambil bekerja. Setelah dua tahun, mereka kembali ke sini, untuk mengabdi di sini setelah mendapat penidikan di luar,” jelas Sabrina.

Begitu juga soal pariwisata andalan seperti Danau Toba dan lainnya. Selain itu, ada Nias yang bisa dijadikan tujuan wisata. Hendrik Barkeling mengakui bahwa kondisi infrastruktur selama ini menjadi kendala yang membuat investor dari negaranya enggan berinvestasi di daerah, termasuk Sumut. Setelah melihat dan mendengarkan paparan Sekda, dirinya yakin peluang dilirik pemodal asal Eropa cukup tinggi.

“Saya akan sampaikan ini ke rekan-rekan saya di Jakarta. Selama ini kami membuka peluang untuk bekerja sambil belajar di Jerman. Apalagi dari Indonesia cukup banyak di sana. Tetapi masalahnya di mana-mana adalah bahasa,” sebut Hendrik.

Hambatan lainnya adalah kebiasaan orang Indonesia mengonsumsi nasi, sedangkan makanan utama di Jerman adalah roti dan kentang. Sambil bercanda, Hendrik mengatakan banyak orang memilih pulang ke Indonesia karena mungkin cuaca dingin dan tidak ada nasi bungkus. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Bapomi Sumut Bidik Lima Besar Pomnas XVI

MEDAN, Waspada.co.id – Sebanyak 73 atlet Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) Sumatera Utara (Sumut) diberangkatkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.