Breaking News
Home / Sumut / Rakyat Palas Harus Evaluasi Kepemimpinan TSO-Zarnawi
Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumut, Ansor Harahap. (foto: istimewa)
Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumut, Ansor Harahap. (foto: istimewa)

Rakyat Palas Harus Evaluasi Kepemimpinan TSO-Zarnawi

PALAS, WOL – Padang Lawas (Palas) merupakan salah satu dari 8 kabupaten se-Sumatera Utara yang akan ikut melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018.

Menurut jadwal yang ditetapkan KPU, para bakal calon akan mendaftar pada Januari 2018. Sedangkan pemilihan akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.

Dengan demikian, waktu untuk menentukan pemimpin Palas lima tahun berikutnya sudah relatif singkat. Oleh karena itu, rakyat Palas harus benar-benar dan sungguh-sungguh menjadi subjek perubahan melalui Pilkada 2018. Menjadi pelaku aktif dalam proses Pilkada dalam menyongsong kepemimpinan yang lebih baik.

“Momentum Pilkada 2018 harus dimanfaatkan rakyat Palas dalam menentukan masa depannya, menjadi subjek perubahan, menjadi pelaku aktif, setidaknya untuk diri dan keluarganya untuk memastikan pilihan tersebut adalah figur yang tepat dan atas dasar nurani dan akal sehat” Kata Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumut, Ansor Harahap, Selasa (10/10).

Menurut Ansor, yang juga mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Padang Lawas), salah satu langkah yang perlu dilakukan rakyat Palas adalah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Ali Sutan Harahap (TSO) – Zarnawi Pasaribu yang hampir pasti sebagai salah satu pasangan calon peserta Pilkada 2018.

Karena hanya dengan mengevaluasi kepemimpinan TSO-Zarnawi rumus perubahan bisa dinilai sebab pengalaman kehidupan ber-Palas dalam banyak aspek hanya didapat dari sejauhmana perjalanan pemerintahan daerah dijalankan.

Bahwa ukuran-ukuran pembangunan harus cermat dan jernih dilihat serta menyeluruh. Pada akhirnya ada kesimpulan sebagai pertimbangan dalam memilih pemimpin di periode berikutnya.

“Mustahil perubahan terwujud kalau pemerintahan yang sedang berkuasa tidak dinilai baik buruknya secara sungguh-sungguh oleh rakyat Palas, diantaranya, sejauhmana pembangunan berjalan, kemiskinan dan pengangguran berkurang, apa saja yang telah dinikmati masyarakat, bagaimana pelayanan kesehatan, penyelenggaraan pendidikan, jalankah pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya, semuanya harus jernih dilihat oleh rakyat melalui tokoh, ulama, aktivis, mahasiswa, dan paling penting kesadaran dari individu rakyat itu sendiri, khususnya kelas sosial menengah ke bawah” tukas Ansor.(wol/rdn)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Lihavez SA

Warga Bantu Korban Kebakaran Selamatkan Harta Benda

MEDAN, WOL – Kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah di Komplek Asrama Polisi (Aspol) Jalan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.